Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kutipan

Perayaan Bajak Kerajaan Zaman Buddha Sidharta Gautama

Gambar
Perayaan Bajak Kerajaan Kala itu ada perayaan musiman tahunan yang disebut Perayaan Bajak Kerajaan. Perayaan ini tidak hanya diikuti oleh keluarga kerajaan, namun juga oleh seluruh warga kota. Dengan iring-iringan para menteri, anggota istana, pengawal, dan peserta lainnya, raja pergi ke lahan tani. Raja membawa serta pangeran muda dan mendudukkan-Nya di bawah naungan rindang sebatang pohon jambu (Eugenia jambolana) untuk dijaga oleh para pengasuh. Tiba waktunya, raja membuka perayaan itu dengan membajak lahan terlebih dahulu. Ia mengendarai pasangan kerbau pertama yang dirias indah dan menghela sebilah bajak emas. Para anggota istana lainnya mengikuti raja dengan mengendarai bajak perak yang dihela kerbau yang dirias dengan hiasan perak. Perayaan itu diselenggarakan dengan semarak. Menyadari bahwa para pengasuh telah meninggalkan-Nya untuk menonton perayaan tersebut, pangeran muda bangkit dan kemudian duduk tenang bersila. Ia mulai bermeditasi dengan konsentrasi pada napas ...

Kamma Baik Inferior 2 Akar

Gambar
KAMMA BAIK INFERIOR 2 AKAR Perbuatan baik termasuk dalam pengembangan dana, moralitas (sila) dan pengembangan batin (bhavana). Contohnya dalam berdana. Ketika kita berdana tidak disertai pengetahuan dan selama proses kebajikan tersebut diselingi kekotoran batin. Jika cetana (kamma) ini masak menjelang kematian dan karena kekuatan kamma ini, maka akan menghasilkan kelahiran kembali tanpa akar (ahetuka). Di sepanjang kehidupan membuahkan 8 resultan. Dampak kelahiran tanpa akar (ahetuka) adalah kelahiran dewa tingkat rendah atau manusia yang cacat, buta, tuli sejak lahir. Karena kekuatan kammanya tidak cukup memunculkan rupa dan landasan indrianya. Namun jika dalam kehidupannya itu, ia terbiasa melakukan kebajikan dengan murni (tanpa diselingi kekotoran batin) dan beruntungnya disertai dengan pengetahuan Dhamma, meskipun dalam kondisi fisiknya yang terbatas, maka akan menjadi kondisi pendukung untuk kelahiran selanjutnya yg disertai 3 akar. Apabila salah satu kamma baik super...

Masa Kecil Dan Pendidikan Buddha Sidharta Gautama

Gambar
Masa Kecil dan Pendidikan, Semasa kecil, Pangeran Siddhattha dirawat oleh para pengasuh dan orang-orang, siang dan malam, sebaik mungkin. Seluruh pengiring-Nya muda-muda, berpenampilan menarik, cantik, tampan, dan berbadan lengkap. Jika ada yang sakit, orang itu tidak diizinkan tinggal di istana dan akan digantikan orang lain. Sang pangeran disoleki sepenuhnya dengan aneka ragam perhiasan, kalungan bunga, minyak wangi, dan pernak-pernik nan semerbak. Tutup kepala, jubah, dan mantel-Nya didatangkan seluruhnya dari Negeri Kāsi. Para pemusik dan penari mempertunjukkan pelbagai kebolehan mereka untuk menghibur-Nya sepanjang hari. Para pelayan diperintahkan untuk meneduhkan-Nya seharian penuh dengan payung besar ke mana pun Ia pergi agar Ia terhindar dari terik matahari, debu, dan embun yang bisa membuat-Nya kurang nyaman. Raja Suddhodana memerintahkan orang-orangnya untuk membuat tiga kolam teratai di istananya. Kolam Uppala menjadi istimewa berkat teratai birunya yang tumbuh be...

Kamma Baik Superior 3 Akar

Gambar
KAMMA BAIK SUPERIOR TIGA AKAR  Perbuatan baik termasuk dalam pengembangan dana, moralitas (sila) dan pengembangan batin (bhavana). Contohnya dalam berdana. Ketika kita berdana disertai pengetahuan, maka kita melakukan kamma baik dengan 3 akar, yaitu tanpa keserakahan (alobha), tanpa kebencian (adosa), dan tanpa kegelapan batin (amoha). Jika kita bisa mempertahankan batin dalam kondisi positif seperti itu (dalam tiga waktu, yaitu sebelum – saat – dan sesudah melakukan perbuatan bajik), maka perbuatan baik tersebut termasuk KAMMA BAIK SUPERIOR 3 AKAR. Kita bersyukur ada kesempatan berbuat bajik, misalnya dalam hal berdana. Melakukan kebajikan dengan penuh perhatian, fokus, sepenuh hati, dan bergembira; setelah melakukan kebajikan pun, kita merasa berbahagia dalam kebajikan tersebut. Jika cetana (kamma) ini masak menjelang kematian dan karena kekuatan kamma ini, maka akan menghasilkan kelahiran kembali 3 akar (tihetuka). Di sepanjang kehidupan bisa membuahkan 16 resultan....

14 Pedoman Hidup Manusia

Gambar
14 PEDOMAN HIDUP MANUSIA 1.Musuh terutama manusia adalah dirinya sendiri 2.Kegagalan terutama manusia adalah kesombongan 3.Kebodohan terutama manusia adalah sifat menipu 4.Kesedihan terutama manusia adalah rasa iri hati 5.Kesalahan terutama manusia adalah mencampakkan dirinya 6.Dosa terutama manusia adalah menipu dirinya dan orang lain 7.Sifat manusia yang terkasihan adalah rasa rendah hati 8.Sifat manusia yang paling dapat dipuji adalah semangat keuletannya 9.Kehancuran terbesar manusia adalah rasa keputusasaan 10.Harta terutama manusia adalah kesehatan 11.Hutang terbesar manusia adalah hutang budi 12.Hadiah terutama manusdia adalah lapang dada dan mau memaafkan 13.kekurangan terbesar manusia adalah sifat berkeluh kesah dan tidak memilikin kebijaksanaan 14.Ketentraman dan kedamaian terutama manusia adalah suka berdana dan beramal Omithofo..

Empat Golongan Nasib Manusia

Gambar
Untuk Menambah Wawasan. 4 Tipe Golongan Manusia. Di dunia ini terdapat 4 tipe golongan orang : 1. 皇帝身, 皇帝骨 (huáng dì shēn, huáng dì gǔ) : Punya badan raja, Tulangnya juga tulang raja. 2. 皇帝身, 乞丐骨 (huáng dì shēn, qǐ gài gǔ) : Punya badan raja, tapi memiliki tulang pengemis. 3. 乞丐身, 皇帝骨 (qǐ gài shēn, huáng dì gǔ) : Punya badan pengemis, tapi memiliki tulang raja. 4. 乞丐身, 乞丐骨 (qǐ gài shēn, qǐ gài gǔ) : Punya badan pengemis, tulangnya juga tulang pengemis. Berikut penjelasan dari ke empat tipe golongan orang diatas : ♦ Golongan pertama : 皇帝身, 皇帝骨 (huáng dì shēn, huáng dì gǔ). Artinya punya badan raja, tulangnya juga tulang raja. Golongan ini untuk menggambarkan dimana terdapat seseorang yang kaya, serta jiwa nya juga kaya. Kekayaannya dapat dinikmati/digunakan; misalnya buat jalan-jalan ke luar negeri, bisa buat beli mobil, rumah, dan segala macam harta benda duniawi untuk dinikmati, serta bisa nyumbang banyak untuk berbuat amal (kung tek). ♦ Golongan kedua : 皇帝身, 乞丐骨 (hu...

Tanah Dewa Gunung Oleh Master Lu Sen Yen

Gambar
Tanah Dewa Gunung Saya pernah mengatakan: Yang paling kaya di alam surga adalah Empat Raja Langit. Yang paling kaya di alam air adalah Raja Naga. Yang paling kaya di atas bumi adalah Dewa Gunung. Ini mengacu pada kekayaan dunia materi, dan kekayaan sejati dunia tak berwujud, yang paling kaya secara wujud adalah “kebenaran” atau “Tathata” atau “Nirvana” atau “Kebijaksanaan Tathagata” (Prajna). Selama konsultasi, ada sebuah kejadian aneh, sebagai berikut: Ada seseorang, bermarga Jiang, datang menanyakan nasib dan peruntungan. Setelah saya meramal, saya menjawab, “Anda akan kaya!” “Apa?” “Kaya.” Sekawanan orang yang datang bersamanya, tertawa terbahak-bahak, ternyata Bapak Jiang adalah seorang tukang penebang kayu muda, tidak pernah bersekolah, keluarga tidak berada, hanya mengandalkan tenaga menebang kayu di hutan, gaji setiap bulan tidak besar. Saya meramal ia bisa kaya, sehingga semua orang tertawa terbahak-bahak. Jiang bertanya pada saya, “Kapan kaya?” Saya m...

Piket Dua Dewa Rejeki Oleh Master Lusenyen

Gambar
Piket Dua Dewa Rezeki, Pernah suatu kali saya berkunjung ke sebuah restoran, ketika memasuki pintu, saya menjadi sangat kaget, ternyata di balik pintu berdiri dua sosok Dewa Bhumi. Saya tersenyum dan menyapa kedua Dewa Bhumi, “Hai! Apa Kabar!” Sekarang ganti  Kedua Dewa Bhumi yang kaget, rupanya di dunia ini masih ada satu orang yang bisa melihat kehadiran mereka. Kedua Dewa Bhumi kemudian terlihat wajar kembali dan berkata, “Silahkan duduk, tuan.” Ketika di dalam restoran saya mendengar kedua dewa rezeki saling berbisik,  “Siapa itu?” “Guru Lu, kamu tak kenal?” “Orang suci dari mana?” “Penghidupan lalu sebagai Padmakumara, penghidupan kini meyelamatkan makhluk luas.” “Siapa pula Padmakumara itu?” “Penjelmaan Amitabha Buddha.” “Wah! Asal usulnya tidak kecil. Tidak heran dia bisa melihat kita.” Mendengar sampai sini, saya sudah tidak ingin mendengar lebih lanjut, lantas saya tutup pendengaran ‘Shun Feng Er’ saya. Saya memberitahu siswa yang duduk semeja den...

Riwayat Hidup BodhiDharma

Gambar
Riwayat Hidup Bodhidharma, Pada 495 Masehi, biksu India Ba Tuo, atau Buddhabhadra, datang ke Cina mengajarkan agama Buddha yang dikenal sebagai Buddhisme Xiao Cheng (Hinayana). Dia diberi tanah di kaki gunung Shaoshi oleh Kaisar Shao Wen dan mendirikan Kuil Shaolin di tanah ini. Sekitar waktu Ba Tuo mendirikan Kuil Shaolin ada seorang pangeran India bernama Bodhidharma. Bodhidharma sangat cerdas dan merupakan anak kesayangan raja wilayah yang sekarang merupakan bagian dari India selatan. Bodhidharma memiliki dua kakak laki-laki yang takut bahwa ayah mereka, raja akan meneruskan dan mewariskan kerajaan untuk Bodhidharma. Dalam kecemburuan mereka, dua kakak laki-laki sering meremehkan Bodhidharma ketika berbicara dengan ayah mereka, dengan harapan untuk mengubah pemikiran ayahnya untuk melawan saudara muda mereka. Saudara-saudara yang lebih tua juga berusaha untuk membunuh Bodhidharma tapi Bodhidharma memiliki karma yang sangat baik dan begitu upaya tersebut tidak berhasil. Mesk...

Sutta Tentang Neraka Dalam Agama Buddha

Gambar
SUTTA TENTANG NERAKA DALAM AGAMA BUDDHA Majjhima Nikaya 130 Devadūta Sutta Utusan Surgawi 1. DEMIKIANLAH YANG KUDENGAR. Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika. Di sana Beliau memanggil para bhikkhu sebagai berikut: “Para bhikkhu.” – “Yang Mulia,” mereka menjawab. Sang Bhagavā berkata sebagai berikut: 2. “Para bhikkhu, misalkan terdapat dua rumah berpintu dan seseorang yang berpenglihatan baik berdiri di antara kedua rumah itu melihat orang-orang masuk dan keluar dan berlalu-lalang. Demikian pula, dengan mata dewa, yang murni dan melampaui manusia, Aku melihat makhluk-makhluk meninggal dunia dan muncul kembali, hina dan mulia, cantik dan buruk rupa, kaya dan miskin. Aku memahami bagaimana makhluk-makhluk berlanjut sesuai dengan perbuatan mereka: ‘Makhluk-makhluk ini, yang berperilaku baik dalam jasmani, ucapan, dan pikiran, bukan pencela para mulia, berpandangan benar, memberikan dampak pandangan benar dalam perbuatan mere...

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13/03/2011 bag.5

Gambar
Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 Maret 2011 (Bgn 5) Orang sekarang melafal Amituofo, tidak menempatkan Buddha Amitabha di dalam hatinya, bagaimana bisa tahu? Umpamanya ketika sedang mendengar ceramah, mendadak ada orang yang datang mencarimu, anda pasti segera bangkit untuk menemui orang tersebut, hatimu segera goyah, ingin tahu siapa sih yang datang mencariku? Atau mendengar bunyi dering telepon, anda langsung mengangkat dan mendengar telepon, perhatianmu pada ceramah langsung buyar. Tempo dulu ketika saya berguru pada Upasaka Li Bing-nan di Taichung, Guru Li memberi sebuah perumpamaan, anda sedang duduk di dalam vihara memusatkan perhatian mendengar ceramah Dharma, mendadak ada anggota keluargamu yang datang menyampaikan bahwa rumah anda habis dilalap si jago merah, namun anda tetap terfokus melanjutkan mendengar ceramah, seolah-olah tidak mendengar kabar musibah tersebut, tidak menghiraukannya, segenap perhatian tetap terpusat pada ceramah.  Mengapa demikian? Mendengar...

Lima Jenis Sappurisa Dana

Gambar
Lima Jenis Sappurisa Dāna Lainnya (1) Dāna yang dilakukan dengan keyakinan terhadap hukum sebab akibat (saddhā dāna); (2) Dāna yang dilakukan setelah memerhatikan dengan saksama bahwa barang yang hendak dipersembahkan telah dipersiapkan dengan baik, segar, dan bersih (sakkacca dāna); (3) Dāna yang dilakukan pada waktu yang tepat, dan pada kesempatan yang tepat (kāla dāna). (Jika saatnya makan, maka makanan yang dipersembahkan; jika saat Kathina, maka jubah yang dipersembahkan); (4) Dāna yang dilakukan untuk memberikan bantuan kepada si penerima atau untuk menunjukkan kebaikan terhadap si penerima (anuggaha dāna); dan (5) Dāna yang dilakukan tanpa mempengaruhi wibawa seseorang dan wibawa orang lain (anupaghāta dāna). Seluruh lima jenis pemberian ini akan meningkatkan kekayaan dan kemakmuran. Sebagai tambahan, saddhā dāna, menghasilkan penampilan cantik atau tampan. Sebagai akibat dari sakkacca dāna, pengikut dan pelayan akan lebih patuh dan bekerja lebih keras. Hasil dari k...

Memperkenalkan Ajaran Versi Master Lu Jun Hong

Gambar
Master Jun Hong Lu ☘* Saat melintas/mengarahkan orang (du ren) memperkenalkan ajaran ke orang lain paling hebat , pahala sangat besar, kalian tidak bisa melihat, dewa pelindung dharma/"hu fa shen" selalu berada di samping. * ☘* orang yang melintas umat (du ren) memperkenalkan ajaran ke orang lain (hong fa) bisa panjang umur, anda kadang melihat disamping tidak ada orang, sebenarnya dewa pelindung dharma ada disana, anda merasa saat memperkenalkan ajaran ke orang lain tidak memiliki pahala, sebenarnya pahala sangat besar sekali. * ~ Wenda20180408A 22:45 ☘*度人的时候最厉害,度人的时候功德最大。你们都看不见的,护法神都在边上。* ☘*度人的人都有延寿,全部都有延寿。你不要看有时候你边上没人,护法神都在。你不要看你在跟人家度人的时候你没功德,功德大大的。* ~Wenda20180408A  22:45 Omithofo...

Falsafah Mahaguru Tao

Gambar
FALSAFAH "MAHAGURU TAO"... MAHAGURU " LAO TZE" BERKATA... ORANG YG BELAJAR ILMU "TAO"..ialah... ORANG YG TAHU "BATASAN DIRI".. YG TAHU MANA JALAN YG BENAR...dan.. YG TAHU MANA JALAN YG SALAH… MAKA ATAS PENGETAHUAN NYA ITULAH.. IA TAK TERJERUMUS PADA JALAN YG HINA BUAT APA JADI "SERAKAH & JAHAT"... BERLOMBA CARI "KUASA & PENGARUH".. MEMAKSAKAN DIRI MENJADI YG "MULIA"... SAMPAI MAKSA LEBIHI "KEMAMPUAN DIRI". MAHAGURU "LAO TZE" BERUJAR… ORANG YG DEMI MENGEJAR KEKUASAAN. BERBUAT PENUH KESERAKAHAN & JAHAT. IBARAT SEBUAH POHON YG TINGGI BESAR SUDAH PASTI IA TERTIUP "ANGIN BESAR".. YG BILA AKAR TAK KUAT BERPIJAK BUMI.. POHON BESAR ITU BISA ROBOH TUMBANG MAKA MAHAGURU LAO TZE BERUJAR... "DARIPADA JADI "POHON TINGGI BESAR".. "LEBIH BAIK AKU TAK PUNYA APA-APA"... "LEBIH BAIK JADI RUMPUT HIJAU SAJA"... "YG BISA SELIMUTI...

48 Ikrar Buddha Amithabha

Gambar
48 ikrar Buddha Amitabha 1) Apabila aku telah menjadi Buddha,andaikata,jika masih terdapat Alam penderitaan seperti Neraka,setan kelaparan,hewan-hewan dan sebagainya di negeriku,maka aku tak akan mencapai samyaksambuddha!. 2) Apabila aku telah menjadi Buddha,para Dewa,manusia,yang berada di negeriku, andaikata usianya telah habis dan mereka masih diterjunkan di 3 alam penderitaan, maka aku tak akan mencapai samyaksambuddha! 3) Apabila aku telah menjadi Buddha,para Dewa,manusia,yang berada di negeriku, andaikata semua badannya tidak berwarna emas sejati, maka aku tak akan mencapai samyaksambuddha! 4) Apabila aku telah menjadi Buddha,para Dewa,manusia,yang berada di negeriku, andaikata warna kulit dan jasmaninya tidak serupa, paras dari mereka juga berbeda-beda ada yang cantik dan ada yang jelek, maka aku tak akan mencapai samyaksambuddha! 5) Apabila aku telah menjadi Buddha,para Dewa,manusia,yang berada di negeriku, andaikata mereka tidak menguasai pengetahuan Purva...