Perayaan Bajak Kerajaan Zaman Buddha Sidharta Gautama
Perayaan Bajak Kerajaan Kala itu ada perayaan musiman tahunan yang disebut Perayaan Bajak Kerajaan. Perayaan ini tidak hanya diikuti oleh keluarga kerajaan, namun juga oleh seluruh warga kota. Dengan iring-iringan para menteri, anggota istana, pengawal, dan peserta lainnya, raja pergi ke lahan tani. Raja membawa serta pangeran muda dan mendudukkan-Nya di bawah naungan rindang sebatang pohon jambu (Eugenia jambolana) untuk dijaga oleh para pengasuh. Tiba waktunya, raja membuka perayaan itu dengan membajak lahan terlebih dahulu. Ia mengendarai pasangan kerbau pertama yang dirias indah dan menghela sebilah bajak emas. Para anggota istana lainnya mengikuti raja dengan mengendarai bajak perak yang dihela kerbau yang dirias dengan hiasan perak. Perayaan itu diselenggarakan dengan semarak. Menyadari bahwa para pengasuh telah meninggalkan-Nya untuk menonton perayaan tersebut, pangeran muda bangkit dan kemudian duduk tenang bersila. Ia mulai bermeditasi dengan konsentrasi pada napas ...