Kamma Baik Superior 3 Akar

KAMMA BAIK SUPERIOR TIGA AKAR 

Perbuatan baik termasuk dalam pengembangan dana, moralitas (sila) dan pengembangan batin (bhavana).

Contohnya dalam berdana.

Ketika kita berdana disertai pengetahuan, maka kita melakukan kamma baik dengan 3 akar, yaitu tanpa keserakahan (alobha), tanpa kebencian (adosa), dan tanpa kegelapan batin (amoha).

Jika kita bisa mempertahankan batin dalam kondisi positif seperti itu (dalam tiga waktu, yaitu sebelum – saat – dan sesudah melakukan perbuatan bajik), maka perbuatan baik tersebut termasuk KAMMA BAIK SUPERIOR 3 AKAR.

Kita bersyukur ada kesempatan berbuat bajik, misalnya dalam hal berdana. Melakukan kebajikan dengan penuh perhatian, fokus, sepenuh hati, dan bergembira; setelah melakukan kebajikan pun, kita merasa berbahagia dalam kebajikan tersebut.

Jika cetana (kamma) ini masak menjelang kematian dan karena kekuatan kamma ini, maka akan menghasilkan kelahiran kembali 3 akar (tihetuka). Di sepanjang kehidupan bisa membuahkan 16 resultan.

Dampak kelahiran dengan disertai 3 akar (tihetuka) adalah ia mempunyai potensi merealisasi jhana maupun Nibbana dalam kehidupannya saat itu juga, jika ia tetap belajar dan berlatih Dhamma (mengembangkan sila, samadhi, dan panna) dengan tekun & benar.

☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

Di bawah ini penjelasan lebih lanjut

16 resultan adalah kesadaran hasil. Salah satu dari kesadaran hasil ini muncul dalam proses kognitif.

Apa saja 16 resultan tersebut?
8 Mahavipaka : kesadaran hasil baik dari mahakusala citta. Berfungsi sebagai patisandhi (kesadaran penyambung kelahiran kembali), bhavanga (kesadaran yg mempertahankan kehidupan), cuti (kesadaran kematian), tadarammana (kesadaran yg mempertahankan objek)

8 ahetuka kusalavipaka
a) 5 pancavinnana : 5 kesadaran panca indra -> kesadaran mata, telinga, hidung, lidah, tubuh dari hasil yang baik.
b) 1 sampaticchana citta : kesadaran menerima (kesadaran yang muncul setelah kesadaran indra).
c) 2 santirana : kesadaran investigasi (kesadaran yang muncul setelah kesadaran menerima)
( somanassa santirana : jika objeknya sangat menyenangkan ; upekkha santirana : jika objeknya menyenangkan yang biasa saja ).
Santirana ini berfungsi sebagai patisandhi, bhavanga, cuti, santirana, tadarammana.

Dalam kasus KAMMA BAIK SUPERIOR 3 AKAR,  maka kesadaran penyambung kelahiran kembali (patisandhi vinnana), bhavanga dan cuti citta adalah salah satu dari 4 mahavipaka yg disertai pengetahuan.

Patisandhi, bhavanga, dan cuti citta adalah jenis kesadaran yang sama. Misalnya patisandhi yang muncul adalah mahavipaka jenis yang pertama, maka bhavanga dan cuti yang muncul adalah mahavipaka jenis yang pertama. Namun, kesadaran yang muncul tidaklah sama dengan yang sebelumnya atau sesudahnya. Itulah mengapa disebut tiada inti yang kekal, tiada aku, tiada roh.

Bhavanga : kesadaran di sepanjang kehidupan yg menjalankan fungsinya ketika tiada proses kognitif aktif pintu panca indra maupun pintu batin yang muncul atau sebagai pemisah antara dua proses kognitif (misal proses kognitif pintu mata dengan pintu batin, proses kognitif pintu telinga dengan pintu batin).

Semoga semua makhluk sehat, bahagia damai, dan sejahtera. 😊😇




Omithofo...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ta Pei Cou dan Makna

Empat Golongan Nasib Manusia

Guang Ze Zun Wang