Masa Kecil Dan Pendidikan Buddha Sidharta Gautama
Masa Kecil dan Pendidikan,
Semasa kecil, Pangeran Siddhattha dirawat oleh para pengasuh dan orang-orang, siang dan malam, sebaik mungkin. Seluruh pengiring-Nya muda-muda, berpenampilan menarik, cantik, tampan, dan berbadan lengkap.
Jika ada yang sakit, orang itu tidak diizinkan tinggal di istana dan akan digantikan orang lain. Sang pangeran disoleki sepenuhnya
dengan aneka ragam perhiasan, kalungan bunga, minyak wangi, dan pernak-pernik nan semerbak. Tutup kepala, jubah, dan
mantel-Nya didatangkan seluruhnya dari Negeri Kāsi. Para pemusik dan penari mempertunjukkan pelbagai kebolehan mereka
untuk menghibur-Nya sepanjang hari. Para pelayan diperintahkan untuk meneduhkan-Nya seharian penuh dengan payung besar ke
mana pun Ia pergi agar Ia terhindar dari terik matahari, debu, dan embun yang bisa membuat-Nya kurang nyaman.
Raja Suddhodana memerintahkan orang-orangnya untuk membuat tiga kolam teratai di istananya. Kolam Uppala menjadi
istimewa berkat teratai birunya yang tumbuh bermekaran, Kolam Paduma dengan teratai merah, dan Kolam Puṇḍarīka dengan
teratai putihnya. Ketiga kolam ini dibangun dan dihias dengan indahnya khusus untuk menyenangkan Pangeran Siddhattha.
Ketika Pangeran Siddhattha berumur tujuh tahun, Ia mulai menjalani pendidikan-Nya. Kedelapan brahmin terkemuka, yang
dahulu diundang raja untuk meramalkan masa depan pangeran, menjadi guru-guru-Nya yang pertama.
Setelah para guru tersebut menurunkan semua pengetahuan mereka kepada pangeran, Raja Suddhodana lalu mengutus-Nya untuk berguru kepada guru lain yang bernama Sabbamitta. Brahmin Sabbamitta, yang tinggal di daerah Udicca, berasal dari keturunan terkemuka dan silsilah agung. Ia adalah ahli
bahasa dan tata bahasa, serta fasih dalam Kitab Veda dan keenam Vedaṅga yang terdiri dari ilmu fonetik, ilmu persajakan, tata
bahasa, ilmu tafsir, ilmu perbintangan, dan upacara keagamaan. Ia adalah guru kedua dari Bodhisatta.
Ada banyak siswa di dalam kelas-Nya. Anak-anak tersebut berasal dari keluarga bangsawan, akan tetapi Bodhisatta mampumempelajari semua mata pelajaran lebih cepat dari teman sekelas-Nya. Karena itulah Ia menjadi yang terpandai dan terbaik dalam segala hal. Ia mencapai prestasi dalam setiap mata pelajaran dan bahkan menjadi lebih pandai dari guru-guru-Nya. Ia adalah siswa yang paling bijak dan satu-satunya yang banyak bertanya kepada para guru dan kakak seperguruan-Nya. Ia adalah anak yang
terkuat, tertinggi, dan tertampan di kelas. Ia tak pernah malas, juga tak pernah berbuat salah, dan tak pernah membangkang terhadap para guru. Ia menyukai semua orang, dan semua orang pun menyukai-Nya. Ia adalah sahabat terkasih bagi semua jenis orang. Bahkan, Ia pun bersahabat terhadap hewan-hewan, tak
pernah menganiaya mereka.
Pangeran muda tak pernah menyia-nyiakan waktu. Bilamana Ia sedang tidak ada pekerjaan, Ia akan menyendiri di
tempat yang tenang dan berlatih meditasi. Ia bahkan mencoba membujuk kawan-kawan-Nya untuk ikut berlatih meditasi bersama-Nya, namun mereka menyepelekan ajakan-Nya dan
menertawakan-Nya.
Karena Ia berasal dari kasta kesatria, Ia juga memperoleh pendidikan dalam ilmu kemiliteran. Ia terlatih dalam ilmu bela diri
seperti tinju, gulat, anggar, dan berkuda. Walaupun Ia juga terlatih dalam seni memanah dan dalam pemakaian senjata, Ia tidak suka
melukai makhluk lain. Ia juga menghindari pembunuhan atau penganiayaan hewan jinak sekalipun, seperti kelinci dan kijang.
Walaupun Siddhattha adalah siswa yang terpandai dan juga seorang pangeran, Ia tak pernah lalai bersikap santun dan
memberikan penghormatan yang sepantasnya terhadap para guru-Nya. Ia yakin bahwa hanya berkat bimbingan para gurulah seseorang bisa memperoleh pengetahuan yang sangat berharga.
umber http://www.yasati.com/eBook3
Buku Kronologi Hidup Buddha
Penulis Ashin Kusaladhamma 🙏
Fanpage Yayasan Satipatthana Indonesia
Omithofo...
Semasa kecil, Pangeran Siddhattha dirawat oleh para pengasuh dan orang-orang, siang dan malam, sebaik mungkin. Seluruh pengiring-Nya muda-muda, berpenampilan menarik, cantik, tampan, dan berbadan lengkap.
Jika ada yang sakit, orang itu tidak diizinkan tinggal di istana dan akan digantikan orang lain. Sang pangeran disoleki sepenuhnya
dengan aneka ragam perhiasan, kalungan bunga, minyak wangi, dan pernak-pernik nan semerbak. Tutup kepala, jubah, dan
mantel-Nya didatangkan seluruhnya dari Negeri Kāsi. Para pemusik dan penari mempertunjukkan pelbagai kebolehan mereka
untuk menghibur-Nya sepanjang hari. Para pelayan diperintahkan untuk meneduhkan-Nya seharian penuh dengan payung besar ke
mana pun Ia pergi agar Ia terhindar dari terik matahari, debu, dan embun yang bisa membuat-Nya kurang nyaman.
Raja Suddhodana memerintahkan orang-orangnya untuk membuat tiga kolam teratai di istananya. Kolam Uppala menjadi
istimewa berkat teratai birunya yang tumbuh bermekaran, Kolam Paduma dengan teratai merah, dan Kolam Puṇḍarīka dengan
teratai putihnya. Ketiga kolam ini dibangun dan dihias dengan indahnya khusus untuk menyenangkan Pangeran Siddhattha.
Ketika Pangeran Siddhattha berumur tujuh tahun, Ia mulai menjalani pendidikan-Nya. Kedelapan brahmin terkemuka, yang
dahulu diundang raja untuk meramalkan masa depan pangeran, menjadi guru-guru-Nya yang pertama.
Setelah para guru tersebut menurunkan semua pengetahuan mereka kepada pangeran, Raja Suddhodana lalu mengutus-Nya untuk berguru kepada guru lain yang bernama Sabbamitta. Brahmin Sabbamitta, yang tinggal di daerah Udicca, berasal dari keturunan terkemuka dan silsilah agung. Ia adalah ahli
bahasa dan tata bahasa, serta fasih dalam Kitab Veda dan keenam Vedaṅga yang terdiri dari ilmu fonetik, ilmu persajakan, tata
bahasa, ilmu tafsir, ilmu perbintangan, dan upacara keagamaan. Ia adalah guru kedua dari Bodhisatta.
Ada banyak siswa di dalam kelas-Nya. Anak-anak tersebut berasal dari keluarga bangsawan, akan tetapi Bodhisatta mampumempelajari semua mata pelajaran lebih cepat dari teman sekelas-Nya. Karena itulah Ia menjadi yang terpandai dan terbaik dalam segala hal. Ia mencapai prestasi dalam setiap mata pelajaran dan bahkan menjadi lebih pandai dari guru-guru-Nya. Ia adalah siswa yang paling bijak dan satu-satunya yang banyak bertanya kepada para guru dan kakak seperguruan-Nya. Ia adalah anak yang
terkuat, tertinggi, dan tertampan di kelas. Ia tak pernah malas, juga tak pernah berbuat salah, dan tak pernah membangkang terhadap para guru. Ia menyukai semua orang, dan semua orang pun menyukai-Nya. Ia adalah sahabat terkasih bagi semua jenis orang. Bahkan, Ia pun bersahabat terhadap hewan-hewan, tak
pernah menganiaya mereka.
Pangeran muda tak pernah menyia-nyiakan waktu. Bilamana Ia sedang tidak ada pekerjaan, Ia akan menyendiri di
tempat yang tenang dan berlatih meditasi. Ia bahkan mencoba membujuk kawan-kawan-Nya untuk ikut berlatih meditasi bersama-Nya, namun mereka menyepelekan ajakan-Nya dan
menertawakan-Nya.
Karena Ia berasal dari kasta kesatria, Ia juga memperoleh pendidikan dalam ilmu kemiliteran. Ia terlatih dalam ilmu bela diri
seperti tinju, gulat, anggar, dan berkuda. Walaupun Ia juga terlatih dalam seni memanah dan dalam pemakaian senjata, Ia tidak suka
melukai makhluk lain. Ia juga menghindari pembunuhan atau penganiayaan hewan jinak sekalipun, seperti kelinci dan kijang.
Walaupun Siddhattha adalah siswa yang terpandai dan juga seorang pangeran, Ia tak pernah lalai bersikap santun dan
memberikan penghormatan yang sepantasnya terhadap para guru-Nya. Ia yakin bahwa hanya berkat bimbingan para gurulah seseorang bisa memperoleh pengetahuan yang sangat berharga.
umber http://www.yasati.com/eBook3
Buku Kronologi Hidup Buddha
Penulis Ashin Kusaladhamma 🙏
Fanpage Yayasan Satipatthana Indonesia
Omithofo...


Komentar
Posting Komentar