Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13/03/2011 bag.5

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 Maret 2011 (Bgn 5)

Orang sekarang melafal Amituofo, tidak menempatkan Buddha Amitabha di dalam hatinya, bagaimana bisa tahu? Umpamanya ketika sedang mendengar ceramah, mendadak ada orang yang datang mencarimu, anda pasti segera bangkit untuk menemui orang tersebut, hatimu segera goyah, ingin tahu siapa sih yang datang mencariku? Atau mendengar bunyi dering telepon, anda langsung mengangkat dan mendengar telepon, perhatianmu pada ceramah langsung buyar.

Tempo dulu ketika saya berguru pada Upasaka Li Bing-nan di Taichung, Guru Li memberi sebuah perumpamaan, anda sedang duduk di dalam vihara memusatkan perhatian mendengar ceramah Dharma, mendadak ada anggota keluargamu yang datang menyampaikan bahwa rumah anda habis dilalap si jago merah, namun anda tetap terfokus melanjutkan mendengar ceramah, seolah-olah tidak mendengar kabar musibah tersebut, tidak menghiraukannya, segenap perhatian tetap terpusat pada ceramah. 

Mengapa demikian? Mendengar ceramah Dharma lebih penting atau rumah lebih penting? Rumah tidaklah penting, memandang Buddha Dharma sebagai hal yang paling penting sepanjang hidup. Dengan terfokus sedemikian rupa pada mendengar ceramah, anda akan memperoleh samadhi, anda akan mencapai pencerahan.

Hari ini kita telah mendengar ceramah seumur hidup, tetapi mengapa masih belum mencapai pencerahan, juga tidak memperoleh samadhi, apa sebabnya? Hati tidak terfokus.

Anda mendengar ceramah di vihara, berapa bagian perhatian yang anda gunakan? Satu bagian, dua bagian, sisanya 7-8 bagian digunakan untuk berpikir sembarangan, bukan benar-benar difokuskan untuk mendengar ceramah.

Sama halnya pula dengan melafal Amituofo, anda tidak serius melafal Amituofo, tampak dari penampilanmu kayaknya anda yakin pada Buddha, sesungguhnya cuma munafik belaka.

Kalau anda benar-benar meyakini Buddha, maka hasil yang ditimbulkan alangkah besarnya! Dapat memutar kondisi. Rumahku sedang terbakar, apakah saya dapat memutar kondisi ini? Dapat, anda tetap tak tergoyahkan, maka api akan padam.

Makanya disebut memfokuskan pikiran pada satu titik, tidak ada yang tidak tertangani. Hanya saja kita ini susahnya adalah tidak bisa memusatkan perhatian pada satu titik.

Saya selalu menasehati praktisi sekalian supaya memfokuskan pikiran pada pelafalan Amituofo, dalam hati selain sepatah Amituofo, takkan ada hal lainnya lagi.

Dalam menjalani kehidupan keseharian, menuruti jodoh apa adanya, apapun terasa bagus, takkan mengeluh dan berperhitungan sama sekali, tiap butir niat pikiran takkan terpisahkan dari melafal Amituofo.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 Maret 2011

我們現在念佛,心不在佛上,怎麼知道?有個人在叫你,你心馬上動了,去看看;電話響了,趕快去接,心不在焉。

  早年我們在台中求學,李老師舉一個例子,舉什麼?你在道場專心聽經,心專注在聽經上,你家裡有人來給你報,你家的房子燒掉了,沒聽見,沒有理會,專心聽經。這就是什麼?聞法重要,還是房子重要?房子不重要,把佛法看到一生第一重要。你這樣專心聽法,你會得三昧,你會開悟。我們今天聽法,聽了一輩子也沒開悟,也沒有得禪定,什麼原因?心不在焉。你在道場聽經,你用了幾分心?一分、二分,還有七分、八分在胡思亂想,不是真聽。念佛亦如是,你不是真心在念佛,表面上我信佛了,實際上不是真的。要是真的,那個效果多大!能轉境界。我家的房子失火,能轉境界?能,你真的如如不動,那火就滅掉了。所以制心一處,無事不辦。我們現在最難的,就是沒把心放在一處。我常勸勉大家,把心放在阿彌陀佛上,心裡除阿彌陀佛之外,什麼都沒有。日常生活一切隨緣,什麼都好,一點計較都沒有,念念不離阿彌陀佛。

文摘恭錄 — 淨土大經解演義  (第三二一集)  2011/3/13  澳洲淨宗學院  檔名:02-039-0321



Omithofo...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ta Pei Cou dan Makna

Empat Golongan Nasib Manusia

Guang Ze Zun Wang