Postingan

Menampilkan postingan dengan label masterlusenyen

Tanah Dewa Gunung Oleh Master Lu Sen Yen

Gambar
Tanah Dewa Gunung Saya pernah mengatakan: Yang paling kaya di alam surga adalah Empat Raja Langit. Yang paling kaya di alam air adalah Raja Naga. Yang paling kaya di atas bumi adalah Dewa Gunung. Ini mengacu pada kekayaan dunia materi, dan kekayaan sejati dunia tak berwujud, yang paling kaya secara wujud adalah “kebenaran” atau “Tathata” atau “Nirvana” atau “Kebijaksanaan Tathagata” (Prajna). Selama konsultasi, ada sebuah kejadian aneh, sebagai berikut: Ada seseorang, bermarga Jiang, datang menanyakan nasib dan peruntungan. Setelah saya meramal, saya menjawab, “Anda akan kaya!” “Apa?” “Kaya.” Sekawanan orang yang datang bersamanya, tertawa terbahak-bahak, ternyata Bapak Jiang adalah seorang tukang penebang kayu muda, tidak pernah bersekolah, keluarga tidak berada, hanya mengandalkan tenaga menebang kayu di hutan, gaji setiap bulan tidak besar. Saya meramal ia bisa kaya, sehingga semua orang tertawa terbahak-bahak. Jiang bertanya pada saya, “Kapan kaya?” Saya m...

Piket Dua Dewa Rejeki Oleh Master Lusenyen

Gambar
Piket Dua Dewa Rezeki, Pernah suatu kali saya berkunjung ke sebuah restoran, ketika memasuki pintu, saya menjadi sangat kaget, ternyata di balik pintu berdiri dua sosok Dewa Bhumi. Saya tersenyum dan menyapa kedua Dewa Bhumi, “Hai! Apa Kabar!” Sekarang ganti  Kedua Dewa Bhumi yang kaget, rupanya di dunia ini masih ada satu orang yang bisa melihat kehadiran mereka. Kedua Dewa Bhumi kemudian terlihat wajar kembali dan berkata, “Silahkan duduk, tuan.” Ketika di dalam restoran saya mendengar kedua dewa rezeki saling berbisik,  “Siapa itu?” “Guru Lu, kamu tak kenal?” “Orang suci dari mana?” “Penghidupan lalu sebagai Padmakumara, penghidupan kini meyelamatkan makhluk luas.” “Siapa pula Padmakumara itu?” “Penjelmaan Amitabha Buddha.” “Wah! Asal usulnya tidak kecil. Tidak heran dia bisa melihat kita.” Mendengar sampai sini, saya sudah tidak ingin mendengar lebih lanjut, lantas saya tutup pendengaran ‘Shun Feng Er’ saya. Saya memberitahu siswa yang duduk semeja den...