Perayaan Bajak Kerajaan Zaman Buddha Sidharta Gautama
Perayaan Bajak Kerajaan
Kala itu ada perayaan musiman tahunan yang disebut Perayaan Bajak Kerajaan. Perayaan ini tidak hanya diikuti oleh keluarga kerajaan, namun juga oleh seluruh warga kota. Dengan
iring-iringan para menteri, anggota istana, pengawal, dan peserta lainnya, raja pergi ke lahan tani. Raja membawa serta pangeran
muda dan mendudukkan-Nya di bawah naungan rindang sebatang pohon jambu (Eugenia jambolana) untuk dijaga oleh para pengasuh.
Tiba waktunya, raja membuka perayaan itu dengan membajak lahan terlebih dahulu. Ia mengendarai pasangan kerbau pertama yang dirias indah dan menghela sebilah bajak emas. Para anggota istana lainnya mengikuti raja dengan mengendarai bajak perak yang dihela kerbau yang dirias dengan hiasan perak.
Perayaan itu diselenggarakan dengan semarak.
Menyadari bahwa para pengasuh telah meninggalkan-Nya untuk menonton perayaan tersebut, pangeran muda bangkit dan
kemudian duduk tenang bersila. Ia mulai bermeditasi dengan konsentrasi pada napas masuk dan keluar (ānāpāna bhāvanā). Tak
berapa lama, ia mencapai tataran pertama konsentrasi penyerapan (rūpāvacara jhāna).
Pada saat itu, bayangan pohon jambu tempat Bodhisatta duduk tetap pada tempatnya, tidak bergeser secara alami sesuai dengan posisi matahari.
Para pengasuh akhirnya teringat kembali akan tugas mereka dan bergegas mencari sang pangeran. Terpukau dengan apa yang mereka saksikan, mereka melapor kepada raja: “Paduka, pangeran muda tengah duduk diam dan tenang. Sekalipun bayangan pepohonan lainnya bergeser sesuai dengan perubahan
posisi matahari, namun bayangan pohon jambu tempat sang pangeran duduk tetap tak beringsut walaupun telah lewat tengah
hari, bayangan tersebut tetap berbentuk bulat.”
Raja Suddhodana segera mengikuti mereka dan mengamati apa yang tengah terjadi pada pangeran muda. Melihat keajaiban
itu, ia berkata: “O Putraku tercinta, inilah kedua kalinya, aku, ayah-Mu, menghormati-Mu,” dan raja pun menyembah hormat putranya.
Sumber http://www.yasati.com/eBook3
Buku Kronologi Hidup Buddha
Penulis Ashin Kusaladhamma 🙏
Fanpage Yayasan Satipatthana Indonesia
Omithofo...
Kala itu ada perayaan musiman tahunan yang disebut Perayaan Bajak Kerajaan. Perayaan ini tidak hanya diikuti oleh keluarga kerajaan, namun juga oleh seluruh warga kota. Dengan
iring-iringan para menteri, anggota istana, pengawal, dan peserta lainnya, raja pergi ke lahan tani. Raja membawa serta pangeran
muda dan mendudukkan-Nya di bawah naungan rindang sebatang pohon jambu (Eugenia jambolana) untuk dijaga oleh para pengasuh.
Tiba waktunya, raja membuka perayaan itu dengan membajak lahan terlebih dahulu. Ia mengendarai pasangan kerbau pertama yang dirias indah dan menghela sebilah bajak emas. Para anggota istana lainnya mengikuti raja dengan mengendarai bajak perak yang dihela kerbau yang dirias dengan hiasan perak.
Perayaan itu diselenggarakan dengan semarak.
Menyadari bahwa para pengasuh telah meninggalkan-Nya untuk menonton perayaan tersebut, pangeran muda bangkit dan
kemudian duduk tenang bersila. Ia mulai bermeditasi dengan konsentrasi pada napas masuk dan keluar (ānāpāna bhāvanā). Tak
berapa lama, ia mencapai tataran pertama konsentrasi penyerapan (rūpāvacara jhāna).
Pada saat itu, bayangan pohon jambu tempat Bodhisatta duduk tetap pada tempatnya, tidak bergeser secara alami sesuai dengan posisi matahari.
Para pengasuh akhirnya teringat kembali akan tugas mereka dan bergegas mencari sang pangeran. Terpukau dengan apa yang mereka saksikan, mereka melapor kepada raja: “Paduka, pangeran muda tengah duduk diam dan tenang. Sekalipun bayangan pepohonan lainnya bergeser sesuai dengan perubahan
posisi matahari, namun bayangan pohon jambu tempat sang pangeran duduk tetap tak beringsut walaupun telah lewat tengah
hari, bayangan tersebut tetap berbentuk bulat.”
Raja Suddhodana segera mengikuti mereka dan mengamati apa yang tengah terjadi pada pangeran muda. Melihat keajaiban
itu, ia berkata: “O Putraku tercinta, inilah kedua kalinya, aku, ayah-Mu, menghormati-Mu,” dan raja pun menyembah hormat putranya.
Sumber http://www.yasati.com/eBook3
Buku Kronologi Hidup Buddha
Penulis Ashin Kusaladhamma 🙏
Fanpage Yayasan Satipatthana Indonesia
Omithofo...


Komentar
Posting Komentar