Kamma Baik Inferior 2 Akar
KAMMA BAIK INFERIOR 2 AKAR
Perbuatan baik termasuk dalam pengembangan dana, moralitas (sila) dan pengembangan batin (bhavana).
Contohnya dalam berdana.
Ketika kita berdana tidak disertai pengetahuan dan selama proses kebajikan tersebut diselingi kekotoran batin. Jika cetana (kamma) ini masak menjelang kematian dan karena kekuatan kamma ini, maka akan menghasilkan kelahiran kembali tanpa akar (ahetuka). Di sepanjang kehidupan membuahkan 8 resultan.
Dampak kelahiran tanpa akar (ahetuka) adalah kelahiran dewa tingkat rendah atau manusia yang cacat, buta, tuli sejak lahir. Karena kekuatan kammanya tidak cukup memunculkan rupa dan landasan indrianya.
Namun jika dalam kehidupannya itu, ia terbiasa melakukan kebajikan dengan murni (tanpa diselingi kekotoran batin) dan beruntungnya disertai dengan pengetahuan Dhamma, meskipun dalam kondisi fisiknya yang terbatas, maka akan menjadi kondisi pendukung untuk kelahiran selanjutnya yg disertai 3 akar.
Apabila salah satu kamma baik superior 3 akar itu telah masak (muncul) ketika menjelang kematian, maka akan menghasilkan kelahiran yg disertai 3 akar. Kelahiran yang disertai 3 akar ini berpotensi untuk merealisasi pengetahuan yang mendalam (pencerahan). Jika ia terus berlatih mengembangkan samadhi dengan benar, maka ia akan mencapai jhana. Jika ia belajar dan berlatih Dhamma (mengembangkan sila, samadhi dan panna) dengan tekun, maka ia akan segera merealisasi Nibbana.
Inilah mengapa kita bukan semata-mata pasrah menerima buah kamma apalagi menyalahkan nasib. Karena kita sendirilah yang bertanggung jawab atas kehidupan sendiri.
Tetaplah berbuat kebajikan dengan murni dengan disertai pengetahuan Dhamma maka kita setahap demi setahap mengubah kehidupan saat ini dan kehidupan selanjutnya menjadi lebih baik dan terang.
Bahayanya ketidaktahuan, menganggap yg tidak baik sebagai benar atau sah-sah saja. Dan menganggap yang benar sebagai tidak benar. Karena ketidaktahuan, maka membawa kehidupan yang menyedihkan. Oleh karena itu, pentingnya kita belajar Dhamma agar kita selamat dalam perjalanan samsara ini dan akhirnya terbebaskan.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Dibawah ini penjelasan mengenai resultan.
Resultan adalah kesadaran hasil. Salah satu dari kesadaran hasil ini muncul dalam proses kognitif.
Apa saja 8 resultan yang bisa muncul ketika kamma baik inferior 2 akar berbuah?
8 ahetuka kusalavipaka
a) 5 pancavinnana : 5 kesadaran panca indra -> kesadaran mata, telinga, hidung, lidah, tubuh dari hasil yang baik.
b) 1 sampaticchana citta : kesadaran menerima (kesadaran yang muncul setelah kesadaran indra).
c) 2 santirana : kesadaran investigasi (kesadaran yang muncul setelah kesadaran menerima)
( somanassa santirana : jika objeknya sangat menyenangkan ; upekkha santirana : jika objeknya menyenangkan yang biasa saja ).
Santirana ini berfungsi sebagai patisandhi, bhavanga, cuti, santirana, tadarammana.
Dalam kasus KAMMA BAIK INFERIOR 2 AKAR, maka kesadaran penyambung kelahiran kembali (patisandhi vinnana), bhavanga dan cuti citta adalah upekkha santirana.
Patisandhi, bhavanga, dan cuti citta adalah jenis kesadaran yang sama. Namun, kesadaran yang muncul tidaklah sama dengan yang sebelumnya atau sesudahnya. Itulah mengapa disebut tiada inti yang kekal, tiada aku, tiada roh.
Bhavanga : kesadaran di sepanjang kehidupan yg menjalankan fungsinya ketika tiada proses kognitif aktif pintu panca indra maupun pintu batin yang muncul atau sebagai pemisah antara dua proses kognitif (misal proses kognitif pintu mata dengan pintu batin, proses kognitif pintu telinga dengan pintu batin).
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Semoga secercah pengetahuan Dhamma ini dapat dipahami agar kita lebih bisa penuh perhatian dan menumbuhkan pengetahuan dalam melakukan kebajikan, serta menjaga batin tetap positif selama proses kebajikan berlangsung.
Semoga semua makhluk sehat, bahagia damai, dan sejahtera. 😇🙏
Omithofo...
Perbuatan baik termasuk dalam pengembangan dana, moralitas (sila) dan pengembangan batin (bhavana).
Contohnya dalam berdana.
Ketika kita berdana tidak disertai pengetahuan dan selama proses kebajikan tersebut diselingi kekotoran batin. Jika cetana (kamma) ini masak menjelang kematian dan karena kekuatan kamma ini, maka akan menghasilkan kelahiran kembali tanpa akar (ahetuka). Di sepanjang kehidupan membuahkan 8 resultan.
Dampak kelahiran tanpa akar (ahetuka) adalah kelahiran dewa tingkat rendah atau manusia yang cacat, buta, tuli sejak lahir. Karena kekuatan kammanya tidak cukup memunculkan rupa dan landasan indrianya.
Namun jika dalam kehidupannya itu, ia terbiasa melakukan kebajikan dengan murni (tanpa diselingi kekotoran batin) dan beruntungnya disertai dengan pengetahuan Dhamma, meskipun dalam kondisi fisiknya yang terbatas, maka akan menjadi kondisi pendukung untuk kelahiran selanjutnya yg disertai 3 akar.
Apabila salah satu kamma baik superior 3 akar itu telah masak (muncul) ketika menjelang kematian, maka akan menghasilkan kelahiran yg disertai 3 akar. Kelahiran yang disertai 3 akar ini berpotensi untuk merealisasi pengetahuan yang mendalam (pencerahan). Jika ia terus berlatih mengembangkan samadhi dengan benar, maka ia akan mencapai jhana. Jika ia belajar dan berlatih Dhamma (mengembangkan sila, samadhi dan panna) dengan tekun, maka ia akan segera merealisasi Nibbana.
Inilah mengapa kita bukan semata-mata pasrah menerima buah kamma apalagi menyalahkan nasib. Karena kita sendirilah yang bertanggung jawab atas kehidupan sendiri.
Tetaplah berbuat kebajikan dengan murni dengan disertai pengetahuan Dhamma maka kita setahap demi setahap mengubah kehidupan saat ini dan kehidupan selanjutnya menjadi lebih baik dan terang.
Bahayanya ketidaktahuan, menganggap yg tidak baik sebagai benar atau sah-sah saja. Dan menganggap yang benar sebagai tidak benar. Karena ketidaktahuan, maka membawa kehidupan yang menyedihkan. Oleh karena itu, pentingnya kita belajar Dhamma agar kita selamat dalam perjalanan samsara ini dan akhirnya terbebaskan.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Dibawah ini penjelasan mengenai resultan.
Resultan adalah kesadaran hasil. Salah satu dari kesadaran hasil ini muncul dalam proses kognitif.
Apa saja 8 resultan yang bisa muncul ketika kamma baik inferior 2 akar berbuah?
8 ahetuka kusalavipaka
a) 5 pancavinnana : 5 kesadaran panca indra -> kesadaran mata, telinga, hidung, lidah, tubuh dari hasil yang baik.
b) 1 sampaticchana citta : kesadaran menerima (kesadaran yang muncul setelah kesadaran indra).
c) 2 santirana : kesadaran investigasi (kesadaran yang muncul setelah kesadaran menerima)
( somanassa santirana : jika objeknya sangat menyenangkan ; upekkha santirana : jika objeknya menyenangkan yang biasa saja ).
Santirana ini berfungsi sebagai patisandhi, bhavanga, cuti, santirana, tadarammana.
Dalam kasus KAMMA BAIK INFERIOR 2 AKAR, maka kesadaran penyambung kelahiran kembali (patisandhi vinnana), bhavanga dan cuti citta adalah upekkha santirana.
Patisandhi, bhavanga, dan cuti citta adalah jenis kesadaran yang sama. Namun, kesadaran yang muncul tidaklah sama dengan yang sebelumnya atau sesudahnya. Itulah mengapa disebut tiada inti yang kekal, tiada aku, tiada roh.
Bhavanga : kesadaran di sepanjang kehidupan yg menjalankan fungsinya ketika tiada proses kognitif aktif pintu panca indra maupun pintu batin yang muncul atau sebagai pemisah antara dua proses kognitif (misal proses kognitif pintu mata dengan pintu batin, proses kognitif pintu telinga dengan pintu batin).
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Semoga secercah pengetahuan Dhamma ini dapat dipahami agar kita lebih bisa penuh perhatian dan menumbuhkan pengetahuan dalam melakukan kebajikan, serta menjaga batin tetap positif selama proses kebajikan berlangsung.
Semoga semua makhluk sehat, bahagia damai, dan sejahtera. 😇🙏
Omithofo...

Komentar
Posting Komentar