Postingan

Kisah Doa Omithofo Perpanjang Usia

Gambar
Kisah Melafal Amituofo Sembuh dari Penyakit 12 Usia Bertambah Panjang Huang Chun-mei, wanita, usia 41 tahun, penduduk Fuxin (kota prefektur di Provinsi Liaoning), tanggal 13 Januari 2014, setelah menjalani diagnosis di Rumah Sakit “Fuxin No.2 People's Hospital”, dinyatakan menderita Adenokarsinoma paru-paru (salah satu jenis kanker paru) stadium akhir. Huang Chun-mei tidak berani memercayai kenyataan pahit ini. Tanggal 11 April, dia memeriksakan diri ke Rumah Sakit Kanker Beijing, hasil laporannya sama, dia dinyatakan mengidap kanker paru stadium akhir, bahkan masa hidupnya cuma tinggal tiga bulan saja. Bintang sial mendadak mendarat di atas kepalanya, dia merasa begitu frustasi dan putus asa, putranya masih duduk di bangku sekolah menengah tingkat atas, Ayahbunda-nya mendengar penyakitnya itu, hati pun jadi hancur lebur. Kala itu ada seorang sahabat Dharma yang datang memberitahukan padanya : “Cobalah sesekali mengikuti kebaktian pelafalan Amituofo”. Huang Chun-mei yan...

Penjelasan Makna Dari Setiap Kata Ta Pei Cou 26

Gambar
PENJELASAN DARI SETIAP KATA ' TA PEI COU ' 26. MAHE MAHREDAYAM [ mo si mo si li tho yin ] Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Berwujud Buddha AMITABHA. terjemahan : "MAHE" [ mo si ] artinya : sama dengan 'MAHA" [ mo he ] yaitu kebebasan terbesar, tanpa keterikatan dalam waktu seketika, dan "MAHRE" [ mo si ] maksudnya adalah : orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri setiap waktu dalam keadaan bebas leluasa tanpa terikat beban karma atau hutang karma. "DAYAM" [ li tho yin ] adalah bunga teratai, maksudnya adalah : melatih diri sampai mencapai tingkat vajra-samhatana-kaya ( memiliki tubuh Dharma yang tidak rusak ) serta mendapat singgasana teratai. Penjelasan : "MAHE" [ mo si ] artinya menyadarkan semua makhluk hidup agar jangan timbul keraguan dan harus melakukan praktek ajaran Dharma dengan bathin yang bebas leluasa tanpa keterikatan. Dalam melaksanakan Dharma atau melatih diri yang te...

Penjelasan Makna Dari Setiap Kata Ta Pei Cou 25

Gambar
PENJELASAN DARI SETIAP KATA ' TA PEI COU ' 25. MALA MALA [ mo la mo la ] Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Berjubah putih. Terjemahan : "MALA MALA" [ mo la mo la ] artinya bertambah maju; tercapainya hasil yang sesuai dengan cita-cita. Maksudnya adalah memiliki tangan dan mata dari permata yang sesuai dengan cita-cita. Penjelasan : kalimat ini menjelaskan bahwa Bodhisattva memberitahu orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri, bila ingin mendapat mestika seperti yang dicita-citakan, haruslah melaksanakan perbuatan baik. Kesadaran atau pikiran timbul dari bathin, pada umumnya yang dimaksud dengan pikiran adalah kesadaran, hal yang terpenting bagi orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri adalah terlebih dahulu harus membersihkan diri dari pikiran yang kotor atau nafsu keinginan, setelah dicuci bersih, baru akan mendapat kebenaran sejati, bathin harus bersih, murni seperti semula, jangan ada sedikitpun keterikatan d...

Penjelasan Makna Dari Setiap Kata Ta Pei Cou 24

Gambar
PENJELASAN DARI SETIAP KATA ' TA PEI COU ' 24. SARVA SARVA [ sa pho sa pho ] Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Berwujud Bodhisattva Xiang-Li. Terjemahan :"SARVA" [ sa pho ] artinya semua ajaran Buddha Dharma adalah adil, bersifat merata tanpa membeda-bedakan; memberi manfaat dan kebahagiaan kepada semua makhluk hidup. Semua makhluk hidup yang memiliki jodoh karma baik dengan Buddha Dharma akan mendapat manfaat dan berkah-Nya. Penjelasan : Dharani ini menjelaskan bahwa Bodhisattva memanggil makhluk-makhluk di 5 penjuru sebagai pasukan pengawal dan dengan ketrampilan yang unggul, Bodhisattva memberi manfaat dan kebahagiaan kepada semua makhluk hidup. Bodhisattva yang penuh welas asih selalu memikirkan untuk menyelamatkan makhluk hidup yang menderita, namun para makhluk hidup yang dungu tidak menyadarinya, tidak tahu bagaimana membuat dirinya menjadi orang yang memiliki jodoh karma baik, hal ini benar-benar merupakan kesulitan bagi ...

Perayaan Bajak Kerajaan Zaman Buddha Sidharta Gautama

Gambar
Perayaan Bajak Kerajaan Kala itu ada perayaan musiman tahunan yang disebut Perayaan Bajak Kerajaan. Perayaan ini tidak hanya diikuti oleh keluarga kerajaan, namun juga oleh seluruh warga kota. Dengan iring-iringan para menteri, anggota istana, pengawal, dan peserta lainnya, raja pergi ke lahan tani. Raja membawa serta pangeran muda dan mendudukkan-Nya di bawah naungan rindang sebatang pohon jambu (Eugenia jambolana) untuk dijaga oleh para pengasuh. Tiba waktunya, raja membuka perayaan itu dengan membajak lahan terlebih dahulu. Ia mengendarai pasangan kerbau pertama yang dirias indah dan menghela sebilah bajak emas. Para anggota istana lainnya mengikuti raja dengan mengendarai bajak perak yang dihela kerbau yang dirias dengan hiasan perak. Perayaan itu diselenggarakan dengan semarak. Menyadari bahwa para pengasuh telah meninggalkan-Nya untuk menonton perayaan tersebut, pangeran muda bangkit dan kemudian duduk tenang bersila. Ia mulai bermeditasi dengan konsentrasi pada napas ...

Kamma Baik Inferior 2 Akar

Gambar
KAMMA BAIK INFERIOR 2 AKAR Perbuatan baik termasuk dalam pengembangan dana, moralitas (sila) dan pengembangan batin (bhavana). Contohnya dalam berdana. Ketika kita berdana tidak disertai pengetahuan dan selama proses kebajikan tersebut diselingi kekotoran batin. Jika cetana (kamma) ini masak menjelang kematian dan karena kekuatan kamma ini, maka akan menghasilkan kelahiran kembali tanpa akar (ahetuka). Di sepanjang kehidupan membuahkan 8 resultan. Dampak kelahiran tanpa akar (ahetuka) adalah kelahiran dewa tingkat rendah atau manusia yang cacat, buta, tuli sejak lahir. Karena kekuatan kammanya tidak cukup memunculkan rupa dan landasan indrianya. Namun jika dalam kehidupannya itu, ia terbiasa melakukan kebajikan dengan murni (tanpa diselingi kekotoran batin) dan beruntungnya disertai dengan pengetahuan Dhamma, meskipun dalam kondisi fisiknya yang terbatas, maka akan menjadi kondisi pendukung untuk kelahiran selanjutnya yg disertai 3 akar. Apabila salah satu kamma baik super...

Masa Kecil Dan Pendidikan Buddha Sidharta Gautama

Gambar
Masa Kecil dan Pendidikan, Semasa kecil, Pangeran Siddhattha dirawat oleh para pengasuh dan orang-orang, siang dan malam, sebaik mungkin. Seluruh pengiring-Nya muda-muda, berpenampilan menarik, cantik, tampan, dan berbadan lengkap. Jika ada yang sakit, orang itu tidak diizinkan tinggal di istana dan akan digantikan orang lain. Sang pangeran disoleki sepenuhnya dengan aneka ragam perhiasan, kalungan bunga, minyak wangi, dan pernak-pernik nan semerbak. Tutup kepala, jubah, dan mantel-Nya didatangkan seluruhnya dari Negeri Kāsi. Para pemusik dan penari mempertunjukkan pelbagai kebolehan mereka untuk menghibur-Nya sepanjang hari. Para pelayan diperintahkan untuk meneduhkan-Nya seharian penuh dengan payung besar ke mana pun Ia pergi agar Ia terhindar dari terik matahari, debu, dan embun yang bisa membuat-Nya kurang nyaman. Raja Suddhodana memerintahkan orang-orangnya untuk membuat tiga kolam teratai di istananya. Kolam Uppala menjadi istimewa berkat teratai birunya yang tumbuh be...