Penjelasan Makna Dari Setiap Kata Ta Pei Cou 26

PENJELASAN DARI SETIAP KATA
' TA PEI COU '

26. MAHE MAHREDAYAM
[ mo si mo si li tho yin ]
Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Berwujud Buddha AMITABHA.

terjemahan : "MAHE" [ mo si ] artinya : sama dengan 'MAHA" [ mo he ] yaitu kebebasan terbesar, tanpa keterikatan dalam waktu seketika, dan "MAHRE" [ mo si ] maksudnya adalah : orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri setiap waktu dalam keadaan bebas leluasa tanpa terikat beban karma atau hutang karma. "DAYAM" [ li tho yin ] adalah bunga teratai, maksudnya adalah : melatih diri sampai mencapai tingkat vajra-samhatana-kaya ( memiliki tubuh Dharma yang tidak rusak ) serta mendapat singgasana teratai.

Penjelasan : "MAHE" [ mo si ] artinya menyadarkan semua makhluk hidup agar jangan timbul keraguan dan harus melakukan praktek ajaran Dharma dengan bathin yang bebas leluasa tanpa keterikatan. Dalam melaksanakan Dharma atau melatih diri yang terpenting adalah dapat menyelami makna Dharma yang sesungguhNya.

Ajaran Dharma yang dilaksanakan oleh para umat Buddha, bukanlah ajaran tentang ilmu untuk memperpanjang umur atau tidak bisa mati, juga bukan ajaran tentang bagaimana untuk menjadi kaya atau menjadi seorang bangsawan atau menjadi seorang pejabat, juga bukan ajaran untuk menikmati kenikmatan dari kemewahan duniawi, tetapi melaksanakan ajaran Dharma yang dapat menentramkan bathin atau hati, ajaran Dharma yang dapat membuat kita bekerja sesuai dengan etika untuk mendapatkan kedamaian hati dan ketentraman bathin atau menjadi seorang umat yang baik, yang seutuhnya dari luar dan dari dalam.

Apabila manusia dapat menjalankan sifat kemanusiaan dengan baik, berarti memahami jalan kebenaran, maka umat manusia akan memperoleh pemahaman terhadap proses kelahiran dan kematian, hal ini berarti telah mencapai tingkat tertinggi dari tujuan melaksanakan Dharma atau melatih diri, namun untuk mencapai tingkat tertinggi ini, tidak akan diperoleh dengan hanya duduk menunggu, tetapi harus memiliki tekad yang kuat dan kokoh untuk melaksanakan Dharma atau melatih diri serta memiliki bathin yang tidak tergoyahkan, dan yang terpenting adalah dapat dengan cepat untuk segera berlatih, jangan lagi membuang waktu.

Terutama dalam melakukan suatu perbuatan, baik yang dilakukan melalui jasmani, ucapan dan bentuk-bentuk pikiran haruslah diteliti, jangan sampai melanggar 5 SILA UTAMA, dan usahakan untuk menyisihkan waktu untuk menenangkan bathin yaitu dengan duduk bermeditasi atau SAMADHI untuk memperoleh kebijaksanaan (PRAJNA).




Omithofo...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buddha Ci Kung

Ajaran Kong Hu Cu

Guang Ze Zun Wang