Tujuh Alam Sugati

Tujuh Alam Sugati
(Alam Menyenangkan)

Tiloka atau Triloka adalah Tiga Kelompok Alam, yang seluruhnya terdiri dari 31 Alam Kehidupan makhluk.

Triloka terdiri dari :
*Kamaloka,
*Rupaloka dan
*Arupaloka

#Kamaloka adalah alam kehidupan dari makhluk-makhluk yang masih menyenangi dan dikuasai atau dipengaruhi oleh pemuasan nafsu indera.
Nafsu indera muncul melalui enam indera yaitu : mata, telinga, hidung, lidah, permukaan jasmani (kulit) dan pikiran.
Kamaloka terdiri atas 11 Alam Kehidupan yaitu :
*4 Alam Apaya dan
*7 Alam Kamasugati.

Empat alam Apaya tak menyenangkan (#Duggati) dan tujuh alam kamasugati atau alam menyenangkan  (#Suggati) diklasifikasikan sebagai alam nafsu (kamaloka) karena dalam sebelas alam ini, nafsu keinginan sangat kuat atau sangat mempengaruhi kehidupan makhluk-makhluk.
Nafsu keinginan (Kama-Tanha) merupakan salah satu faktor penyebab makhluk terlahir berulang-ulang kali.

Tujuh Alam Sugati (menyenangkan) yaitu :

a. #Manussa_bhûmi atau Alam Manusia

Alam manusia Adalah terbaik diantara alam-alam kehidupan, sebab hanya di alam inilah kita mendapat kesempatan terbesar untuk mengembangkan kebijaksanaan dan mencapai pencerahan.
Alam manusia adalah suatu campuran kesengsaraan dan kebahagiaan dalam porsi atau bagian yang sama, dan  terlahir sebagai manusia adalah kesempatan yang sangat jarang, oleh karenanya kita seharusnya menggunakan sebaik mungkin kesempatan tersebut.
Para Bodhisattva lebih memilih alam manusia karena alam ini adalah tempat terbaik untuk mengabdi pada dunia dan memenuhi persyaratan kebuddhaan.
Para Buddha selalu dilahirkan sebagai manusia.
Umat manusia yang terlahir di alam ini karena melakukan sila yang bervariasi, maka kehidupan mereka bervariasi pula.

b. #Catummahãrãjika_bhûmi atau Alam Empat Dewa Maharaja

Alam ini merupakan alam para dewa (surga) yang lebih menyenangkan daripada alam manusia.
Di alam ini empat Maharaja Dewa hidup bersama pengikut mereka.
Empat Dewa maharaja itu adalah :
1) Raja Dhataratta penguasa penjuru timur, pemimpin para Dandabba.
2) Raja Virulha penguasa penjuru selatan, pemimpin para Kumbhanda.
3) Raja Virupakha penguasa penjuru Barat, pemimpin para Naga.
4) Raja Kuvera, penguasa penjuru utara, pemimpin para Yakkha.

Selain para Maharaja Dewa bersama pengikut mereka tsb, masih banyak lagi para dewa lain.
Misalnya seperti para dewa yang tinggal di pohon, sungai, danau, bumi, angkasa dan lain-lain.

c). #Tãvatimsa_bhûmi  yaitu Alam surga dari tiga puluh tiga Dewa dengan dewa Sakka sebagai rajanya.

Asal-usul dari nama tersebut dihubungkan dengan sebuah cerita yang menyatakan bahwa tiga puluh tiga manusia relawan yang tidak mementingkan diri sendiri yang dipimpin oleh Magha (nama lain dari Sakka), karena telah menunjukkan perbuatan-perbuatan yang baik, dilahirkan di alam Surgawi ini.
Di dalam alam surga inilah Sang Buddha mengajarkan Abhidhamma kepada para Dewa selama tiga bulan.

d). #Yãmã_bhûmi yaitu Alam Surga dari para Dewa Yama.

e). #Tusita_bhûmi yaitu Alam Kesenangan

Para Bodhisattva yang telah memenuhi persyaratan-persyaratan Kebudhaan bertempat tinggal di alam dewa ini sampai tiba saatnya yang tepat bagi mereka terlahir di alam manusia untuk mencapai kebudhaan. Begitu juga Bodhisattva Meteyya, calon Buddha yang akan datang, sekarang ini sedang berdiam di alam surga ini sambil menunggu kesempatan yang tepat untuk dilahirkan sebagai seorang manusia dan akan mencapai penerangan sempurna menjadi seorang Buddha.

Demikian pula Ibunda Bodhisattva yaitu Ratu Mayadevi, setelah kematiannya, beliau dilahirkan di alam ini sebagai seorang Dewa. Dan dari sini beliau pergi ke Surga Tavatimsa untuk mendengarkan Abhidhamma yang diajarkan oleh putranya yaitu Sang Buddha.

f). #Nimmãnarati_bhûmi yaitu Alam Surga para Dewa yang menikmati kesenangan istana-istana yang diciptakan mereka sendiri.

g). #Paramita_vasavatti_bhûmi  yaitu Alam Surga Para Dewa yang menikmati ciptaan-ciptaan para dewa lain.
Kehidupan para Dewa di alam ini bagaikan orang yang selalu hadir diundang ke pesta-pesta besar, meriah dan mewah.

Alam-alam para dewa yaitu alam :
~Catummaharajika,
~Tavatimsa,
~Yama,
~Tusita,
~Nimmanarati dan
~Paranimmitavasavatti
merupakan alam surga dari para dewa yang tubuh fisik mereka adalah lebih halus dan lebih bersih daripada tubuh manusia.
Tubuh para dewa tak dapat dilihat oleh mata manusia biasa.

Makhluk di alam-alam surga ini pada suatu saat juga akan meninggal atau lenyap dari alamnya masing-masing ketika karma baik mereka untuk tinggal di alam-alam ini telah habis.
Walaupun usia para dewa di alam Surga lebih panjang dari usia rata-rata manusia, dan kehidupan dewa lebih menyenangkan atau lebih bahagia dari alam manusia; namun kesucian dan kebijaksanaan mereka  belum tentu melampaui kesucian dan kebijaksanaan manusia.

Alam surga atau alam  para dewa bukan alam kehidupan yang kekal bagi para makhluk penghuninya, karena kehidupan di alam surga ini juga adalah tidak kekal (#anicca).



Omithofo...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ta Pei Cou dan Makna

Empat Golongan Nasib Manusia

Guang Ze Zun Wang