Penjelasan Makna Kata Ta Pei Cou 2

PENJELASAN DARI SETIAP KATA ' TA PEI COU'

2. NAMO ARYA
[na mo oh li ye]

Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Memegang Roda Dharma.

Terjemahan : "NAMO" [na mo] artinya dengan penuh hormat bersujud dan berlindung serta memasrahkan jiwa dan raga, juga berarti terpujilah. "ARYA" [oh li ye] artinya yang suci atau diartikan yang telah menjauhkan diri dari ajaran sesat. "YA" [ye] artinya menghormat. Maksudnya adalah : bersujud menghormat dengan memasrahkan jiwa dan raga pada guru suci yang telah menjauhkan diri dari ajaran sesat.

Penjelasan : kalimat ini menjelaskan bahwa Bodhisattva memberi petunjuk kepada umat manusia, yaitu : orang yang menjalankan Dharma harus melatih diri dengan memulainya dari bathin, karena semua kejadian di alam semesta, semuanya bersumber dari bathin atau pikiran, dan semua halangan karma buruk serta penderitaan juga tumbuh dari bathin, maka itu, bagi orang yang menjalankan Dharma harus menambah ketekunannya dalam latihan mencerahkan bathin diri sendiri.

Apabila dapat mengendalikan pikiran agar tetap bersih dan bebas, tidak melekat pada benda atau wujud duniawi, maka pikiran ini tidak akan terhanyut atau tergoda oleh benda duniawi, sehingga dapat dengan jelas melihat semua perwujudan atau fenomena di dunia fana ini, yang mana hanyalah berupa awan yang lewat di depan mata.

Nilai kehidupan manusia yang utama adalah berusaha mencapai pikiran atau kondisi bathiniah yang terang dan suci. Tidak dibebani oleh harta duniawi, tidak merasa sedih yang diakibatkan oleh perasaan cinta, bersifat leluasa, bebas, serta tidak terikat pada benda-benda duniawi dan hanya menjalankan tugas melatih diri dan melakukan perbuatan yang memberi manfaat kepada semua makhluk hidup, dengan demikian, barulah mendapat kesempatan untuk mencapai pantai seberang, yaitu alam Buddha Amitabha atau Sukhavati.

Buddha mengatakan, " Fenomena atau wujud timbul dari pikiran dan fenomena atau wujud akan lenyap karena pikiran juga, apabila bukan timbul dari pikiran, darimanakah fenomena atau wujud itu muncul ? Dan darimana fenomena atau wujud itu lenyap?" Maka itu, timbul dan lenyapnya semua fenomena atau wujud, hanya terletak dalam pikiran atau bathin. Oleh sebab itu, seumur hidup dari orang yang melatih diri dalam melaksanakan Dharma harus menjaga pikiran atau hati nuraninya agar tidak terjerumus ke jalan yang sesat, agar karma dari hukum sebab akibat akan berbuah sesuai dengan Buddha Dharma.

Disebabkan karena para umat manusia diselubungi kegelapan bathin, maka Bodhisattva dengan welas asihNya menyampaikan Dharani ini, agar semua makhluk hidup dapat menjauhkan diri dari ajaran sesat dan tetap mengikuti jalan Dharma serta berlindung kepada yang arya atau yang suci.



Omithofo...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ta Pei Cou dan Makna

Empat Golongan Nasib Manusia

Guang Ze Zun Wang