Penjelasan Makna Dari Setiap Kata Ta Pei Cou 21
PENJELASAN DARI SETIAP KATA
' TA PEI COU '
21. KARATE
[ cia lu ti ]
Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Berwujud Raja Dewa.
Terjemahan :"KARATE" [ cia lu ti ] artinya yang welas asih, yang menolong penderitaan makhluk hidup, yang bermoral dan yang menjalankan Dharma. Maksudnya adalah : apabila tekad umat manusia kokoh dalam menjalankan Dharma, barulah dapat memiliki kebijaksanaan.
Penjelasan : Dharani ini menunjukkan tekad utama dari sang Bodhisattva Avalokitesvara yang maha maitri karuna. Beliau menunjukkan arah dan nasehat kepada orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri.
Orang yang menjalankan Dharma atau melatih diri, terlebih dahulu harus memantapkan tekad diri sendiri, mempertahankan ketenangan jiwa dan memiliki hati yang lapang, serta tidak merasa cemas terhadap keberhasilan pribadi, karena keberadaan dari jalan Dharma sesungguhnya sangat halus pemahamannya, yang mana menitikberatkan pada bathin atau kesadaran yang tidak berbentuk.
Maka itu, orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri, harus mengutamakan hati yang tulus, setiap saat mawas diri, dan tidak boleh disebabkan agak lamban dalam mencapai keberhasilan menjadi putus asa dan melupakan tekad semula.
Haruslah diketahui bahwa orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri kuncinya adalah mencapai kemajuan bathin secara bertahap. Kemajuan yang bertahap harus ditempuh dengan penuh kesabaran, maka dari itu, orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri membutuhkan tekad yang kokoh, barulah dapat melewati cobaan atau ujian serta halangan yang berat dalam perjalanan untuk mencapai keberhasilan yang besar.
Terutama dalam kehidupan sehari-hari, umat manusia harus terus melatih bathin sendiri agar tidak serakah, tidak membenci dan tidak melakukan hal-hal yang bodoh yang akan menimbulkan karma buruk untuk diri sendiri, karena apa yang ditanam, itulah yang dituai, maka itu, para umat haruslah berhati-hati dalam melakukan setiap perbuatan, karena setiap bentuk pikiran, perbuatan dan ucapan yang dilakukan, semuanya akan membuahkan hasil karma, maka itu, orang yang melatih diri haruslah selalu mengingat hal ini dan tidak menyia-nyiakan harapan dari Bodhisattva yang telah menyampaikan DHARANI ini.
Omithofo...
' TA PEI COU '
21. KARATE
[ cia lu ti ]
Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Berwujud Raja Dewa.
Terjemahan :"KARATE" [ cia lu ti ] artinya yang welas asih, yang menolong penderitaan makhluk hidup, yang bermoral dan yang menjalankan Dharma. Maksudnya adalah : apabila tekad umat manusia kokoh dalam menjalankan Dharma, barulah dapat memiliki kebijaksanaan.
Penjelasan : Dharani ini menunjukkan tekad utama dari sang Bodhisattva Avalokitesvara yang maha maitri karuna. Beliau menunjukkan arah dan nasehat kepada orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri.
Orang yang menjalankan Dharma atau melatih diri, terlebih dahulu harus memantapkan tekad diri sendiri, mempertahankan ketenangan jiwa dan memiliki hati yang lapang, serta tidak merasa cemas terhadap keberhasilan pribadi, karena keberadaan dari jalan Dharma sesungguhnya sangat halus pemahamannya, yang mana menitikberatkan pada bathin atau kesadaran yang tidak berbentuk.
Maka itu, orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri, harus mengutamakan hati yang tulus, setiap saat mawas diri, dan tidak boleh disebabkan agak lamban dalam mencapai keberhasilan menjadi putus asa dan melupakan tekad semula.
Haruslah diketahui bahwa orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri kuncinya adalah mencapai kemajuan bathin secara bertahap. Kemajuan yang bertahap harus ditempuh dengan penuh kesabaran, maka dari itu, orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri membutuhkan tekad yang kokoh, barulah dapat melewati cobaan atau ujian serta halangan yang berat dalam perjalanan untuk mencapai keberhasilan yang besar.
Terutama dalam kehidupan sehari-hari, umat manusia harus terus melatih bathin sendiri agar tidak serakah, tidak membenci dan tidak melakukan hal-hal yang bodoh yang akan menimbulkan karma buruk untuk diri sendiri, karena apa yang ditanam, itulah yang dituai, maka itu, para umat haruslah berhati-hati dalam melakukan setiap perbuatan, karena setiap bentuk pikiran, perbuatan dan ucapan yang dilakukan, semuanya akan membuahkan hasil karma, maka itu, orang yang melatih diri haruslah selalu mengingat hal ini dan tidak menyia-nyiakan harapan dari Bodhisattva yang telah menyampaikan DHARANI ini.
Omithofo...

Komentar
Posting Komentar