Penjelasan Makna dari Setiap Kata Ta pei Cou 10

PENJELASAN DARI SETIAP KATA
' TA PEI COU '

10. NAMO SKRTVA IMOM ARYA
[ na mo si ci li tuo yi mong oh li ye ]
Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Berwujud Bodhisattva Nagajurna.

Terjemahan : " NAMO" [ na mo ] artinya berlindung, serta memasrahkan jiwa dan raga. "SKRTVA" [ si ci li tuo ] artinya bersujud menghormati. "IMOM" [ yi mong ] artinya tanpa ego (ke AKUan). "ARYA" [ oh li ye ] artinya yang suci atau yang mulia, maksudnya adalah : bersujud menghormati dengan memasrahkan jiwa dan raga  pada yang arya atau yang suci.

Penjelasan : Dharani ini menjelaskan bahwa Bodhisattva menasehati orang yang menjalankan Dharma atau melatih diri, harus memiliki tekad untuk menguasai nafsu keinginannya dan melepaskan diri dari semua godaan benda duniawi dalam bentuk wujud jasmani, suara-suara, wangi-wangian, kelezatan makanan, sentuhan jasmani dan harus juga menghilangkan pemikiran untuk menikmati kesenangan duniawi yang dapat membuat manusia melupakan tujuan sejati dari kehidupan manusia. Apabila sang umat dapat selalu menjaga diri, maka walaupun tidak memohon perlindungan dari yang suci, namun secara alami akan mendapat perlindungan dari yang suci.

Maka itu, orang yang menjalankan Dharma atau melatih diri, di satu sisi harus terus bersabar melatih diri dalam waktu yang lama dengan sepenuh hati, tidak boleh gusar atau bersifat tidak sabar dan di sisi yang lain harus bersifat teliti dalam mendalami kitab Dharma, mencari guru yang bijaksana yang dapat memberi petunjuk Dharma dan melatih diri sesuai dengan Dharma. Dengan cara demikian secara alami akan ada Bodhisattva Vajra yang memberi perlindungan, sehingga dalam meditasi dan dalam melakukan kebajikan tiada hambatan, pergi kemanapun tanpa halangan, maka secara alami semua yang diharapkan akan terjadi sesuai dengan cita-cita, seperti sesepuh ketiga mengatakan : "Menjalankan Dharma tidak sulit, hanya saja jangan ragu-ragu sewaktu menjalankanNya."

Maka itu, orang yang menjalankan Dharma atau melatih diri walaupun ratusan kali mendapat kesulitan tidak akan merasa patah semangat, sejak dari awal hingga akhir tetap sama, dengan cara demikian, maka seribu mara atau setan atau iblis (pengganggu) sama sekali tidak dapat mengganggu atau merintanginya. Dengan berpegang teguh pada prinsip yang demikian barulah dapat mencapai tingkat Kebudhaan.



Omithofo...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ta Pei Cou dan Makna

Empat Golongan Nasib Manusia

Guang Ze Zun Wang