Penjelasan Makna Dari Setiap Kata Ta Pei Cou 18

PENJELASAN DARI SETIAP KATA
' TA PEI COU '

18. TADYATHA
[ ta che tha ]
Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Berwujud Seorang Arahat.

Terjemahan : "TADYATHA" [ ta che tha ] artinya di dalam Maha Karuna  Dharani terdapat kata yang menunjukkan kemuliaan nama Bodhisattva ; welas asih; benih Kebuddhaan; mudra; pandangan yang bijaksana dan berbagai ajaran Dharma.

Penjelasan : Dharani ini menjelaskan bahwa Bodhisattva Avalokitesvara yang mewujudkan dirinya sebagai seorang arahat adalah untuk menunjukkan ketulusan hati-Nya yang tanpa Batas. Dharani ini mengajarkan bahwa hati nurani dan prilaku haruslah serasi. Menjalankan Dharma sebenarnya tidak sulit, kuncinya adalah ketulusan. [ Kata ini adalah sambungan dari naskah sebelumnya yang berarti ketulusan ] .

Orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri, apabila dapat benar-benar berkonsentrasi dengan sepenuh hati, tanpa berpura-pura, maka ucapan dan perbuatannya akan sejalan. Dengan demikian, umat manusia secara lahiriah dan bathiniah akan menjadi stabil, tenang, bebas dan bahagia.

Dalam proses melaksanakan Dharma atau melatih diri, yang dikhawatirkan adalah timbulnya nafsu keinginan atau kemelekatan terhadap wujud benda duniawi, dan apabila pikiran sang umat dalam keadaan kacau dan terombang ambing oleh keinginan- keinginan terhadap wujud / rupa atau benda-benda duniawi, maka pikiran dari sang umat dapat dirasuki oleh setan penggoda atau mara dan apabila pengaruh setan atau mara dari luar sempat masuk ke dalam pikiran, maka bathiniah dan lahiriah tidak dapat menjadi bersih atau suci. Apabila bathin tidak bersih atau suci bagaimana lagi sang umat dapat melaksanakan Dharma atau melatih diri ?

Maka itu, orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri harus menenangkan pikirannya terlebih dahulu, agar berada dalam keadaan yang suci dan bersih, dengan demikian barulah dapat mencapai tingkat : "Jasmani adalah Dharma", artinya semua perbuatan yang dilakukan melalui jasmani adalah sesuai dengan Dharma, sampai mencapai tahap "bathin adalah Dharma" artinya semua  yang dipikirkan dalam hati adalah yang sesuai dengan Dharma. Dengan cara demikian, semua hawa nafsu yang ada dalam pikiran akan lenyap dan lama-kelamaan akan menjadi murni kembali dan secara alami sang umat akan memiliki wujud seorang arahat, yaitu memiliki penampilan yang langka, nan agung dan berwibawa.



Omithofo...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ta Pei Cou dan Makna

Empat Golongan Nasib Manusia

Guang Ze Zun Wang