Penjelasan Makna Dari Setiap Kata Ta Pei Cou 6

PENJELASAN DARI SETIAP KATA
' TA PEI COU '

6. MAHA-KARUNIKAYA
[mo he cia lu ni cia ye]
Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Berwujud Bodhisattva Asvaghosa.

Terjemahan : "KARU" [cia lu] artinya welas asih, "NIKA" [ni cia] artinya hati nurani, "YA" [ye] artinya menghormat. Maksudnya adalah : bersujud menghormati  yang maha welas asih, yang telah sadar diri dan yang telah menyelamatkan diri sendiri serta berniat menyadarkan dan menyelamatkan orang lain.

Penjelasan : kalimat ini menjelaskan bahwa Bodhisattva menasehati umat manusia untuk menjalankan Dharma atau melatih diri. Orang yang melatih diri terlebih dahulu harus melepaskan nafsu keinginan jasmani dan rohani serta menjauhkan diri dari segala pikiran khayal yang mendambakan kesenangan dalam menikmati wujud atau benda duniawi.

Dharani ini juga menyampaikan bahwa umat manusia tidak boleh memiliki hati yang membeda-bedakan terhadap bentuk atau wujud dari makhluk hidup serta wujud dari diri sendiri, maka itu, orang yang menjalankan Dharma atau melatih diri harus bebas dari keterikatan terhadap semua hal wujud atau bentuk dan harus menganggap bahwa tubuh ini bukanlah tubuh pribadi atau milik aku yang sebenarnya. Jiwa ini juga bukanlah jiwa pribadi atau milik aku, sang umat harus melatih diri sampai pikirannya mencapai tingkat tidak ada lagi wujud atau rupa yang melekat pada pikirannya, karena hanya dengan meleburkan diri sendiri dengan alam semesta dan bersifat tanpa menbeda-bedakan barulah dapat mencapai kesadaran yang tertinggi. Dengan cara demikian, pikiran tentu dapat kembali pada hati nurani semula yang suci, maka bebaslah sang umat dari penderitaan tumimbal lahir.

Ketahuilah bahwa Buddha Dharma maha luas dan tanpa batas, siapa saja yang dapat mempraktekkan Dharma, tentu akan berhasil. Apabila semua makhluk hidup dapat dengan teguh melatih dirinya, pasti dapat menyelami inti dari ajaran Buddha Dharma dan dapat menikmati kebahagiaan sejati, tetapi apabila niat untuk mempelajari Dharma tidak kokoh atau putus di tengah jalan atau tidak tahan di uji, maka umat manusia selama-lamanya tidak dapat melampaui dunia fana ini dan tak dapat membebaskan diri dari lautan derita.



Omithofo...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ta Pei Cou dan Makna

Empat Golongan Nasib Manusia

Guang Ze Zun Wang