Penjelasan Makna Dari Setiap Kata Ta Pei Cou 17
PENJELASAN DARI SETIAP KATA
' TA PEI COU '
17. MAVADUDHU
[ mo fa the tou ]
Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Berwujud Bodhisattva Jin-Zha-Li.
Terjemahan : "MAVADUDHU" [ mo fa the tou ] artinya sanak keluarga dan teman-teman. Mulai dari kata "SARVA SATA" [ sa pho sa tuo ] sampai "MAHADUDHU" [ mo fa the tou ] semuanya adalah Dharani yang memohon kepada Bodhisattva agar sanak keluarga dan teman-teman semuanya juga dapat mencapai tingkat kesucian.
Penjelasan : kalimat ini adalah Dharani yang menyambung kalimat sebelumnya, yang menjelaskan kemuliaan Buddha Dharma yang maha besar. Kepada umat yang sepenuh hati melaksanakan Dharma atau melatih diri, akan diberi pengampunan oleh Bodhisattva dan setiap orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri dengan tulus, seharusnya menghormati semua sanak keluarga dan teman-temannya serta memberi manfaat dengan menjelaskan Dharma kepada mereka sebagai tanda mengasihi para Buddha dan Bodhisattva.
Para umat manusia haruslah bersemangat dalam melatih diri, janganlah berpura-pura ataupun berbohong dan harus dengan sepenuh hati dan bersungguh-sungguh menjauhkan diri dari lobha, dosa dan moha (keserakahan, kebencian, dan kebodohan), serta dengan pikiran yang tenang menghentikan perbuatan jahat dan hanya melakukan kebaikan sampai bathinnya menjadi sebening kaca, dengan demikian secara alami sang umat akan menjadi bebas leluasa dan tidak akan menderita lagi, dan dengan melimpahkan semua jasa dan pahala yang diperoleh dari berbuat baik ke alam Buddha, maka sang umat dapat berdoa atau memohon kepada BUDDHA AMITABHA untuk dapat lahir di alam SUKHAVATI yang penuh keagungan, kesucian dan kemurnian.
Perlu diketahui bahwa setiap saat umat manusia harus menjaga bathin sendiri agar tidak tergoda oleh wujud benda duniawi, dan tak melekat pada wujud penampilan luar, harus selalu mempertahankan hati yang tulus dan menjauhkan hal-hal yang palsu, menjalankan semua ajaran yang sesuai dengan Dharma, dengan demikian, maka para Bodhisattva akan selalu datang melindunginya, sehingga setan atau mara tidak dapat menggangu orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri, sehingga jiwa dan raganya dapat tentram dan sang umat dapat terus maju untuk memusnahkan rantai tumimbal lahir.
Dengan menjauhkan diri dari godaan wujud benda duniawi, sang umat dapat menyelamatkan diri sendiri dan orang lain. Dengan berbuat demikian, sudah pasti dapat terlahir di negeri Buddha dan menjadi seorang Bodhisattva yang bebas dan bahagia.
Omithofo...
' TA PEI COU '
17. MAVADUDHU
[ mo fa the tou ]
Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Berwujud Bodhisattva Jin-Zha-Li.
Terjemahan : "MAVADUDHU" [ mo fa the tou ] artinya sanak keluarga dan teman-teman. Mulai dari kata "SARVA SATA" [ sa pho sa tuo ] sampai "MAHADUDHU" [ mo fa the tou ] semuanya adalah Dharani yang memohon kepada Bodhisattva agar sanak keluarga dan teman-teman semuanya juga dapat mencapai tingkat kesucian.
Penjelasan : kalimat ini adalah Dharani yang menyambung kalimat sebelumnya, yang menjelaskan kemuliaan Buddha Dharma yang maha besar. Kepada umat yang sepenuh hati melaksanakan Dharma atau melatih diri, akan diberi pengampunan oleh Bodhisattva dan setiap orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri dengan tulus, seharusnya menghormati semua sanak keluarga dan teman-temannya serta memberi manfaat dengan menjelaskan Dharma kepada mereka sebagai tanda mengasihi para Buddha dan Bodhisattva.
Para umat manusia haruslah bersemangat dalam melatih diri, janganlah berpura-pura ataupun berbohong dan harus dengan sepenuh hati dan bersungguh-sungguh menjauhkan diri dari lobha, dosa dan moha (keserakahan, kebencian, dan kebodohan), serta dengan pikiran yang tenang menghentikan perbuatan jahat dan hanya melakukan kebaikan sampai bathinnya menjadi sebening kaca, dengan demikian secara alami sang umat akan menjadi bebas leluasa dan tidak akan menderita lagi, dan dengan melimpahkan semua jasa dan pahala yang diperoleh dari berbuat baik ke alam Buddha, maka sang umat dapat berdoa atau memohon kepada BUDDHA AMITABHA untuk dapat lahir di alam SUKHAVATI yang penuh keagungan, kesucian dan kemurnian.
Perlu diketahui bahwa setiap saat umat manusia harus menjaga bathin sendiri agar tidak tergoda oleh wujud benda duniawi, dan tak melekat pada wujud penampilan luar, harus selalu mempertahankan hati yang tulus dan menjauhkan hal-hal yang palsu, menjalankan semua ajaran yang sesuai dengan Dharma, dengan demikian, maka para Bodhisattva akan selalu datang melindunginya, sehingga setan atau mara tidak dapat menggangu orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri, sehingga jiwa dan raganya dapat tentram dan sang umat dapat terus maju untuk memusnahkan rantai tumimbal lahir.
Dengan menjauhkan diri dari godaan wujud benda duniawi, sang umat dapat menyelamatkan diri sendiri dan orang lain. Dengan berbuat demikian, sudah pasti dapat terlahir di negeri Buddha dan menjadi seorang Bodhisattva yang bebas dan bahagia.
Omithofo...

Komentar
Posting Komentar