Penjelasan Makna Dari Setiap Kata Ta Pei Cou 7
PENJELASAN DARI SETIAP KATA
' TA PEI COU '
7. OM
[an]
Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Berwujud Raja Para Yaksa, Yang Beranjali Membaca Dharani.
Terjemahan : "OM" [an] artinya memasrahkan jiwa dan raga. Sebagai kata utama dari Dharani ini, artinya konsentrasi pada kebijaksanaan; menjalankan tekad; ajaran Dharma; hukum sebab akibat dan lain-lain. Sebagai kata pembukaan dalam mengumandangkan Dharani ini.
Penjelasannya : kalimat ini menjelaskan bahwa Bodhisattva memancarkan maha welas asihNya. Dengan menggunakan ajaran kebenaran yang mutlak atau ajaran kesunyataan. Sang Bodhisattva menyadarkan kembali sifat asli atau benih Kebuddhaan yang terdapat didalam hati nurani setiap makhluk hidup.
Dharani ini bertujuan untuk membimbing umat manusia menuju ke pintu Dharma yang tiada duanya. Apabila umat manusia dapat mempelajari Dharma yang mulia ini, bukan saja para yaksa dan para dewa bersedia memberi perlindungan, bahkan sang umat dapat terhindar dari bermacam- macam musibah, dan dengan cepat dapat mencapai tingkat kesucian dalam Buddha Dharma.
Perlu diketahui bahwa orang yang menjalankan Dharma atau melatih diri, bukan hanya bathinnya saja yang harus lurus atau memiliki moral yang baik, tetapi juga perlu mempraktekkan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari untuk mengumpulkan jasa dan pahala atau kebajikan yang sempurna, terutama harus dengan suka cita membabarkan Dharma kepada semua makhluk hidup. Hanya dengan menyatukan perbuatan dari dalam dan dari luar, barulah akan membuahkan hasil yang sempurna, dan pada saat mengumandangkan kata "OM" [an] ini, sang umat harus menyingkirkan pikiran yang kacau dan mensucikan hati serta pikirannya, agar benar-benar murni tanpa sifat keAkuan atau ego, artinya walaupun dalam kehidupan sehari-hari sang umat sering melakukan kebajikan-kebajikan, tetapi jangan ada seberkaspun pikiran bahwa beliau telah melakukan kebajikan yang melekat pada pikirannya, sang umat harus melakukan segala bentuk kebajikan secara alami tanpa merasa bangga, dan harus menganggap bahwa semua makhluk hidup adalah seperti dirinya sendiri, tanpa perbedaan dan hanya berpikir bahwa menolong makhluk hidup, sebenarnya adalah menolong diri sendiri dalam mengembangkan BODHICITTA untuk mencapai tingkat Buddha, apabila dengan cara demikian sang umat dapat berlatih dari awal sampai akhir dan selalu dalam keadaan utuh tanpa berubah, barulah ia dapat memahami inti Dharma yang paling dalam dan yang paling mulia ini, maka itu, orang yang menjalankan Dharma atau melatih diri janganlah sekali-kali menganggap ringan Dharani ini.
Omithofo....
' TA PEI COU '
7. OM
[an]
Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Berwujud Raja Para Yaksa, Yang Beranjali Membaca Dharani.
Terjemahan : "OM" [an] artinya memasrahkan jiwa dan raga. Sebagai kata utama dari Dharani ini, artinya konsentrasi pada kebijaksanaan; menjalankan tekad; ajaran Dharma; hukum sebab akibat dan lain-lain. Sebagai kata pembukaan dalam mengumandangkan Dharani ini.
Penjelasannya : kalimat ini menjelaskan bahwa Bodhisattva memancarkan maha welas asihNya. Dengan menggunakan ajaran kebenaran yang mutlak atau ajaran kesunyataan. Sang Bodhisattva menyadarkan kembali sifat asli atau benih Kebuddhaan yang terdapat didalam hati nurani setiap makhluk hidup.
Dharani ini bertujuan untuk membimbing umat manusia menuju ke pintu Dharma yang tiada duanya. Apabila umat manusia dapat mempelajari Dharma yang mulia ini, bukan saja para yaksa dan para dewa bersedia memberi perlindungan, bahkan sang umat dapat terhindar dari bermacam- macam musibah, dan dengan cepat dapat mencapai tingkat kesucian dalam Buddha Dharma.
Perlu diketahui bahwa orang yang menjalankan Dharma atau melatih diri, bukan hanya bathinnya saja yang harus lurus atau memiliki moral yang baik, tetapi juga perlu mempraktekkan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari untuk mengumpulkan jasa dan pahala atau kebajikan yang sempurna, terutama harus dengan suka cita membabarkan Dharma kepada semua makhluk hidup. Hanya dengan menyatukan perbuatan dari dalam dan dari luar, barulah akan membuahkan hasil yang sempurna, dan pada saat mengumandangkan kata "OM" [an] ini, sang umat harus menyingkirkan pikiran yang kacau dan mensucikan hati serta pikirannya, agar benar-benar murni tanpa sifat keAkuan atau ego, artinya walaupun dalam kehidupan sehari-hari sang umat sering melakukan kebajikan-kebajikan, tetapi jangan ada seberkaspun pikiran bahwa beliau telah melakukan kebajikan yang melekat pada pikirannya, sang umat harus melakukan segala bentuk kebajikan secara alami tanpa merasa bangga, dan harus menganggap bahwa semua makhluk hidup adalah seperti dirinya sendiri, tanpa perbedaan dan hanya berpikir bahwa menolong makhluk hidup, sebenarnya adalah menolong diri sendiri dalam mengembangkan BODHICITTA untuk mencapai tingkat Buddha, apabila dengan cara demikian sang umat dapat berlatih dari awal sampai akhir dan selalu dalam keadaan utuh tanpa berubah, barulah ia dapat memahami inti Dharma yang paling dalam dan yang paling mulia ini, maka itu, orang yang menjalankan Dharma atau melatih diri janganlah sekali-kali menganggap ringan Dharani ini.
Omithofo....

Komentar
Posting Komentar