Penjelasan Makna Dari Setiap Kata Ta Pei Cou 14
PENJELASAN DARI SETIAP KATA
' TA PEI COU '
14. SARVA ATHADU SUBHUM
[ sa pho oh tha tou shu peng ]
Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Yang Memegang Tangkai "Yang Liu" dan Vas Embun Surgawi.
Terjemahan : 'SAR" [ sa ] artinya melihat. "VA" [ pho ] artinya tanpa membeda-bedakan. "A" [ oh ] artinya : semua Dharma adalah suci dan bersih. "THADU SUBHUM" [ tha tou shu peng ] artinya kekuatan Dharma adalah tanpa batas. Maksudnya Dharma dapat memberi manfaat kepada semua makhluk hidup dari 4 jenis kelahiran (yaitu : lahir melalui telor, kandungan, kelembaban dan perubahan) di 6 alam kehidupan (yaitu : alam dewa, manusia, asura, hewan, preta, atau setan kelaparan, naraya atau neraka) untuk bersama-sama mendapatkan berkah embun Dharma.
Penjelasan : Dharani ini menjelaskan bahwa Bodhisattva dengan maha welas asih (maha karuna) mengharapkan semua makhluk hidup agar dapat melatih diri dengan tekad yang kuat. Semua makhluk hidup dapat menjalankan Dharma atau melatih diri sampai mencapai tingkat Kebuddhaan tanpa perbedaan antara yang kaya dan yang miskin, yang hina atau yang mulia. Yang terpenting adalah umat manusia bersedia mempraktekkan Dharma dengan tekad yang kuat, menjalankan Dharma serta mempertahankanNya, suatu saat pasti akan mendapat keberhasilan yang sempurna. Tidak ada perbedaan antara para suci dan para umat awam, yang paling utama adalah semangat.
Hal ini menunjukkan bahwa Dharma yang sempurna tanpa membeda-bedakan, maka itu, semua makhluk hidup dari 4 jenis kelahiran di 6 alam kehidupan, asalkan dapat menumbuhkan tekadnya untuk melatih diri, mengikuti ajaran Buddha Dharma, setiap saat memiliki pikiran yang baik, berusaha mempelajari Dharma dan menjelaskanNya kepada orang lain, membimbing semua makhluk hidup memasuki pintu Dharma , bersama-sama menjalankan 5 sila utama (yaitu : 1. tidak membunuh; 2. tidak mencuri; 3. tidak berbohong; 4. tidak berbuat asusila; 5. tidak terlibat minuman keras atau sesuatu yang dapat menimbulkan ketagihan) serta melakukan SAMADHI atau meditasi untuk memulihkan hati nurani yang suci.
Setiap waktu bathin harus tetap teguh dan dalam setiap kelahiran tidak berubah, selalu berpikir untuk memberi manfaat Dharma kepada semua makhluk hidup agar mereka tidak terjatuh ke alam yang rendah yaitu : alam neraka, alam setan kelaparan dan alam binatang, dengan berbuat demikian pada akhirnya sang umat pasti dapat dihormati oleh para dewa dan manusia, bahkan kelak dapat membimbing para asura, dan alam neraka akan lenyap, bahkan para setan kelaparan menjadi kenyang, hewan-hewan semua dapat terlahir di alam Sukhavati dan semua makhluk hidup dapat terbebas dari derita tumimbal lahir.
Omithofo...
' TA PEI COU '
14. SARVA ATHADU SUBHUM
[ sa pho oh tha tou shu peng ]
Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Yang Memegang Tangkai "Yang Liu" dan Vas Embun Surgawi.
Terjemahan : 'SAR" [ sa ] artinya melihat. "VA" [ pho ] artinya tanpa membeda-bedakan. "A" [ oh ] artinya : semua Dharma adalah suci dan bersih. "THADU SUBHUM" [ tha tou shu peng ] artinya kekuatan Dharma adalah tanpa batas. Maksudnya Dharma dapat memberi manfaat kepada semua makhluk hidup dari 4 jenis kelahiran (yaitu : lahir melalui telor, kandungan, kelembaban dan perubahan) di 6 alam kehidupan (yaitu : alam dewa, manusia, asura, hewan, preta, atau setan kelaparan, naraya atau neraka) untuk bersama-sama mendapatkan berkah embun Dharma.
Penjelasan : Dharani ini menjelaskan bahwa Bodhisattva dengan maha welas asih (maha karuna) mengharapkan semua makhluk hidup agar dapat melatih diri dengan tekad yang kuat. Semua makhluk hidup dapat menjalankan Dharma atau melatih diri sampai mencapai tingkat Kebuddhaan tanpa perbedaan antara yang kaya dan yang miskin, yang hina atau yang mulia. Yang terpenting adalah umat manusia bersedia mempraktekkan Dharma dengan tekad yang kuat, menjalankan Dharma serta mempertahankanNya, suatu saat pasti akan mendapat keberhasilan yang sempurna. Tidak ada perbedaan antara para suci dan para umat awam, yang paling utama adalah semangat.
Hal ini menunjukkan bahwa Dharma yang sempurna tanpa membeda-bedakan, maka itu, semua makhluk hidup dari 4 jenis kelahiran di 6 alam kehidupan, asalkan dapat menumbuhkan tekadnya untuk melatih diri, mengikuti ajaran Buddha Dharma, setiap saat memiliki pikiran yang baik, berusaha mempelajari Dharma dan menjelaskanNya kepada orang lain, membimbing semua makhluk hidup memasuki pintu Dharma , bersama-sama menjalankan 5 sila utama (yaitu : 1. tidak membunuh; 2. tidak mencuri; 3. tidak berbohong; 4. tidak berbuat asusila; 5. tidak terlibat minuman keras atau sesuatu yang dapat menimbulkan ketagihan) serta melakukan SAMADHI atau meditasi untuk memulihkan hati nurani yang suci.
Setiap waktu bathin harus tetap teguh dan dalam setiap kelahiran tidak berubah, selalu berpikir untuk memberi manfaat Dharma kepada semua makhluk hidup agar mereka tidak terjatuh ke alam yang rendah yaitu : alam neraka, alam setan kelaparan dan alam binatang, dengan berbuat demikian pada akhirnya sang umat pasti dapat dihormati oleh para dewa dan manusia, bahkan kelak dapat membimbing para asura, dan alam neraka akan lenyap, bahkan para setan kelaparan menjadi kenyang, hewan-hewan semua dapat terlahir di alam Sukhavati dan semua makhluk hidup dapat terbebas dari derita tumimbal lahir.
Omithofo...

Komentar
Posting Komentar