Penjelasan Makna Dari Setiap Kata Ta Pei Cou 3
PENJELASAN DARI SETIAP KATA ' TA PEI COU'
3. AVALOKITESVARA
[ pho lu cie ti suo pho la ye]
Penampilan Bodhisattva Avalokitesvara atau KUAN SHE YIN PHU SA Memegang Pata.
Terjemahan : "AVALOKI" [ pho lu cie ti ] artinya melihat; cahaya; mencermati. "TESVARAYA" [suo pho la ye] artinya bebas leluasa tidak terikat; suara dunia. "YA" [ye] artinya menghormat. Maksudnya adalah : bersujud menghormat kepada Bodhisattva Avalokitesvara yang bebas leluasa, yang sudah tidak terikat lagi terhadap benda atau wujud duniawi.
Penjelasannya : kalimat ini menjelaskan bahwa Bodhisattva yang maha welas asih merasa kasihan kepada umat manusia atas penderitaan yang harus dialami dalam mengarungi kehidupan di dunia yang fana ini, maka itu secara khusus Bodhisattva dengan hati yang maha welas asih menolong semua makhluk hidup untuk bersama-sama mempelajari Dharani Buddha Dharma.
Bodhisattva Avalokitesvara sudah tidak terikat lagi terhadap : pandangan dari mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran, maka itu keenam indriyaNya atau sad-indriyani Bodhisattva telah suci, maka itu orang yang menjalankan Dharma atau melatih diri harus selalu mengutamakan agar bathin dirinya tetap bersih dan bercahaya serta memiliki watak yang jujur, selanjutnya baru dapat mempelajari Dharma. Karena kemewahan, kekayaan duniawi, ketenaran, keuntungan, percintaan, semuanya akan lenyap dalam waktu sekejap mata dan semua wujud atau rupa, suara, wewangian, kelezatan makanan dan sentuhan jasmani, hanyalah berupa khayalan atau ilusi manusia, seperti bayangan dari bunga dalam cermin atau bayangan rembulan dalam air, yang tidak kekal, palsu dan tidak tahan lama.
Maka itu, orang yang menjalankan Dharma atau melatih diri harus memahami perihal ini. dan dengan segera membersihkan dan menutup dengan ketat pintu dari 6 indriyanya terhadap godaan dari wujud duniawi dan dengan melaksanakan meditasi atau samadhi untuk menenangkan bathin, barulah dapat terhindar dari godaan penampilan atau penampakan luar.
Dengan cara demikian, sang umat barulah dapat memasuki pintu Dharma yang maha luas.
Perlu diketahui oleh para umat manusia bahwa kebenaran sejati dari Dharma yang maha mulia adalah tiada tandinganNya.
Omithofo...
3. AVALOKITESVARA
[ pho lu cie ti suo pho la ye]
Penampilan Bodhisattva Avalokitesvara atau KUAN SHE YIN PHU SA Memegang Pata.
Terjemahan : "AVALOKI" [ pho lu cie ti ] artinya melihat; cahaya; mencermati. "TESVARAYA" [suo pho la ye] artinya bebas leluasa tidak terikat; suara dunia. "YA" [ye] artinya menghormat. Maksudnya adalah : bersujud menghormat kepada Bodhisattva Avalokitesvara yang bebas leluasa, yang sudah tidak terikat lagi terhadap benda atau wujud duniawi.
Penjelasannya : kalimat ini menjelaskan bahwa Bodhisattva yang maha welas asih merasa kasihan kepada umat manusia atas penderitaan yang harus dialami dalam mengarungi kehidupan di dunia yang fana ini, maka itu secara khusus Bodhisattva dengan hati yang maha welas asih menolong semua makhluk hidup untuk bersama-sama mempelajari Dharani Buddha Dharma.
Bodhisattva Avalokitesvara sudah tidak terikat lagi terhadap : pandangan dari mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran, maka itu keenam indriyaNya atau sad-indriyani Bodhisattva telah suci, maka itu orang yang menjalankan Dharma atau melatih diri harus selalu mengutamakan agar bathin dirinya tetap bersih dan bercahaya serta memiliki watak yang jujur, selanjutnya baru dapat mempelajari Dharma. Karena kemewahan, kekayaan duniawi, ketenaran, keuntungan, percintaan, semuanya akan lenyap dalam waktu sekejap mata dan semua wujud atau rupa, suara, wewangian, kelezatan makanan dan sentuhan jasmani, hanyalah berupa khayalan atau ilusi manusia, seperti bayangan dari bunga dalam cermin atau bayangan rembulan dalam air, yang tidak kekal, palsu dan tidak tahan lama.
Maka itu, orang yang menjalankan Dharma atau melatih diri harus memahami perihal ini. dan dengan segera membersihkan dan menutup dengan ketat pintu dari 6 indriyanya terhadap godaan dari wujud duniawi dan dengan melaksanakan meditasi atau samadhi untuk menenangkan bathin, barulah dapat terhindar dari godaan penampilan atau penampakan luar.
Dengan cara demikian, sang umat barulah dapat memasuki pintu Dharma yang maha luas.
Perlu diketahui oleh para umat manusia bahwa kebenaran sejati dari Dharma yang maha mulia adalah tiada tandinganNya.
Omithofo...

Komentar
Posting Komentar