Penjelasan Makna Dari Setiap Kata Dari Ta Pei Cou 11

PENJELASAN DARI SETIAP KATA
' TA PEI COU '

11. AVALOKITESVARA RAMDHAVA
[ po lu cie ti she fo la leng thuo pho ]
Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Berwujud Samogakaya Buddha Rocana.

Terjemahan : "AVALOKITE" [ po lu cie ti ] artinya melihat. "SVARA" [ se fo la ] artinya suara dunia. "RAMDHAVA" [ leng thuo pho ] artinya pulau di tengah lautan. Maksudnya adalah : tempat Sang Bodhisattva Avalokitesvara melaksanakan maha welas asihNya.

Penjelasan : kalimat ini menjelaskan bahwa Bodhisattva menasehati orang yang menjalankan Dharma agar dengan berani dan dengan konsentrasi yang terpusat untuk maju terus.

Duduk bersamadhi adalah ilmu untuk melatih jiwa dan raga, maka itu, saat berlatih meditasi, harus duduk dengan tegak, dengan kepala yang lurus, hati harus tenang dan bernafas dengan stabil, tidak boleh berpura-pura sedikitpun, bathin harus terpusat, dan hanya merenungkan atau berdoa kepada AMITABHA BUDDHA bagi umat yang berniat lahir di alam SUKHAVATI ( surga barat AMITABHA BUDDHA ). Pikiran tidak boleh berkeliaran mencari sesuatu di luar, apabila para umat dengan giat  berlatih pemusatan pikiran ini, maka dengan sendirinya hati nurani yang suci dan Dharma akan timbul secara alami dan dapat melihat cahaya yang terang.

Karena bathin yang bersih dan pikiran yang jujur akan memperoleh hati yang lapang dan pikiran yang tenang, dan secara alami jasmani akan menjadi sehat. Mara atau setan atau iblis yang jahat tak berani mengganggu dan dalam melakukan hal apapun hasilnya akan sesuai dengan yang dicita-citakan, maka itu, Bodhisattva menyampaikan Dharani ini, tujuannya adalah agar semua makhluk hidup dapat memperoleh kedamaian dan kebahagiaan, dapat menghilangkan penderitaan akibat dari penyakit dan sekaligus dapat memusnahkan semua karma buruk, dan yang terpenting adalah dapat menaklukkan segala nafsu keinginan. Dengan adanya jasa dan pahala seperti inilah barulah dapat dikatakan sempurna.

Bagi yang ingin mencapai tingkat demikian, maka orang yang menjalankan Dharma atau melatih diri harus dapat melepaskan kegelisahan atau kekhawatiran dan bersifat tanpa ego ( bersifat tidak hanya mementingkan diri sendiri ), yaitu secara jasmani dan rohani tanpa keterikatan terhadap wujud atau benda duniawi dan memandang semua makhluk hidup dan diri sendiri adalah merupakan satu kesatuan, karena semua makhluk hidup terbentuk dari satu sumber yang sama. Dengan cara demikian, barulah dapat dikatakan berjalan sesuai dengan Dharma dan dapat melihat dunia yang terang benderang atau alam-alam Buddha.



Omithofo...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ta Pei Cou dan Makna

Empat Golongan Nasib Manusia

Guang Ze Zun Wang