Penjelasan Makna Dari Kata Ta Pei Cou 19

PENJELASAN DARI SETIAP KATA
' TA PEI COU '

19. OM AVALOKI
[ an oh pho lu si ]
Penampilan Bodhisattva AVALOKITESVARA atau KUAN SHE YIN PHU SA Berwujud Maha Welas Asih Yang Tiada Batas.

Terjemahan : "OM" [ an ] artinya membimbing untuk terlahir. "AVALOKI" [ oh pho lu si ] artinya melihat dan mendengar suara.

Penjelasan : kalimat ini adalah Dharani yang mengatakan bahwa melaksanakan Dharma atau melatih diri tidak perlu mencari di luar; bersifat suci. Arti dari kalimat ini nampaknya sederhana, tetapi sesungguhnya makna yang dikandung di dalamnya sangat luas dan dalam. Karena kata "bersih' artinya bersih dari kegelisahan bathin; "kesucian bathin" berarti hati yang tidak tercemar atau tanpa noda nafsu keinginan.

Orang yang melaksanakan Dharma atau melatih diri, nilainya terletak pada tekadnya yang kuat dan kokoh untuk tidak tergoda oleh godaan para setan penggoda, yang mana sering menggoda manusia dengan menampilkan khayalan wujud wanita-wanita yang cantik nan mempesona untuk menyeret manusia agar terikat atau melekat dalam hal nafsu birahi, serta menampilkan khayalan dalam bentuk harta benda yang berlimpah serta kehidupan yang mewah untuk menjerumuskan manusia agar tenggelam dalam keserakahan untuk mendapatkan kekayaan, termasuk menampilkan khayalan dalam bentuk kekuasaan atau ketenaran nama untuk membuat manusia menjadi sombong dan penuh dengan sifat egois.

Maka itu, orang yang melatih diri, setiap saat harus bersifat waspada dan tahan uji. Apabila dapat memiliki hati yang suci dan bersih, tetap menjaga SILA dengan baik, melepaskan semua kegiuran, kemelekatan dan keserakahan terhadap wujud benda-benda duniawi, maka Sang umat dapat mengembalikan kemurnian dari sifat bathin yang semula. Dalam keadaan bergerak maupun diam tetap dalam keadaan suci dan bersih, dengan keadaan yang demikian, maka keberhasilan dalam Dharma tidak lama lagi akan tercapai.

Hanya karena umat manusia tidak mengetahui bahwa keberhasilan dari para Buddha dan para Bodhisattva yang terbesar adalah dicapai dengan melatih diri di dunia fana yang penuh dengan lima kekeruhan, yaitu :
1. kekeruhan waktu
2. kekeruhan pandangan
3. kekeruhan penderitaan
4. kekeruhan makhluk hidup
5. kekeruhan kehidupan.

Banyak orang berpikir apabila dapat menjauhkan diri dari orang banyak, yaitu seorang diri pergi jauh masuk ke dalam hutan untuk mempraktekkan Dharma atau melatih diri, barulah disebut bersih atau suci, serta dapat mencapai tingkat Kebuddhaan, sesungguhnya dengan melakukan hal ini, berarti sang umat telah menjauhkan diri dari sarana untuk melatih diri, serta tidak memahami jalannya Dharma, seperti ada pepatah mengatakan "Buddha yang berada di gunung suci janganlah dicari, karena gunung suci dimana Sang Buddha berada, hanya berada di dalam hati sanubarimu", maka itu, orang yang menjalankan Dharma mengapa harus menjauhkan diri dari lingkungan, yang mana merupakan tempat dan sarana yang baik untuk berlatih ?



Omithofo...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ta Pei Cou dan Makna

Empat Golongan Nasib Manusia

Guang Ze Zun Wang