Lima Jenis Asappurisa Dana
Lima Jenis Asappurisa Dāna
Terdapat lima jenis pemberian yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki kebajikan/tidak berbudi:
(1) Dāna yang dilakukan tanpa memerhatikan bahwa barang-barang yang akan dipersembahkan telah dipersiapkan dengan baik, segar, baik, dan bersih;
(2) Dāna yang dilakukan tanpa penghormatan atau pertimbangan;
(3) Dāna yang dilakukan tanpa memberikan langsung dengan kedua tangan sendiri; (misalnya, dāna yang diberikan oleh Raja Pāyāsi* yang bukan dengan tangannya sendiri melainkan dengan tangan pelayannya Uttara.)
*Catatan: Pāyāsi, kepala suku di Setavya di kerajaan Kosala, terlahir kembali di Alam Catumahārājika sebagai hasil dari pemberian yang dilakukan sewaktu di alam manusia. Ia menceritakan kehidupan lampaunya kepada Mahāthera Gavaṃpati yang datang berkunjung. Ia mengatakan bahwa ia memberikan persembahan tanpa mempersiapkan dengan saksama, tidak dengan tangannya sendiri, tanpa pikiran baik, hanya sebagai sesuatu yang dibuang; karena itu ia terlahir kembali di alam terendah dari enam alam surga. Tetapi Uttara, anak muda yang mengawasi pemberian itu atas perintahnya, terlahir kembali di alam yang lebih tinggi, Tāvatiṁsa, karena ia memberikannya dengan tangannya sendiri, dengan pikiran baik, bukan sebagai sesuatu yang dibuang. Kisah ini mengajarkan cara yang benar dalam memberi.)
(4) Dāna yang diberikan seolah-olah membuang barang sisa; dan
(5) Dāna yang diberikan tanpa pengetahuan bahwa perbuatan baik yang dilakukan sekarang pasti menghasilkan akibat baik pada masa depan (Kammassakatā Ñāṇa).
Lima Jenis Sappurisa Dāna
Terdapat lima jenis pemberian yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kebajikan/berbudi:
(1) Dāna yang dilakukan setelah memerhatikan bahwa barang-barang yang akan dipersembahkan telah dipersiapkan dengan baik, segar, baik dan bersih;
(2) Dāna yang dilakukan dengan penuh penghormatan dengan pikiran terpusat pada benda yang dipersembahkan;
(3) Dāna yang dilakukan dengan memberikan langsung melalui tangan sendiri; (selama dalam lingkaran kelahiran yang tidak berawal, awal yang tidak kita ketahui, telah banyak sekali kelahiran di mana seseorang terlahir tanpa tangan dan kaki. Dalam kehidupan ini ketika seseorang memiliki kesempatan yang jarang dengan terlahir memiliki organ tubuh yang lengkap, maka seseorang harus memanfaatkan kesempatan yang jarang ini dengan memberikan persembahan dengan tangan sendiri dan merenungkan bahwa kita harus berusaha untuk mencapai kebebasan dengan menggunakan tangan yang beruntung sekali kita miliki sejak lahir);
(4) Dāna yang diberikan dengan hati-hati dan bukan seolah-olah membuang barang sisa; dan
(5) Dāna yang diberikan dengan pengetahuan bahwa perbuatan baik yang dilakukan sekarang pasti menghasilkan akibat baik pada masa depan.
Kedua kelompok lima jenis pemberian ini dijelaskan dalam Sutta ketujuh dari Tikanda Vagga, Pañcaka Nipāta, Aṅguttara Nikāya.
RAPB - Tipiṭakadhara Miṅgun Sayadaw
Omithofo...
Terdapat lima jenis pemberian yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki kebajikan/tidak berbudi:
(1) Dāna yang dilakukan tanpa memerhatikan bahwa barang-barang yang akan dipersembahkan telah dipersiapkan dengan baik, segar, baik, dan bersih;
(2) Dāna yang dilakukan tanpa penghormatan atau pertimbangan;
(3) Dāna yang dilakukan tanpa memberikan langsung dengan kedua tangan sendiri; (misalnya, dāna yang diberikan oleh Raja Pāyāsi* yang bukan dengan tangannya sendiri melainkan dengan tangan pelayannya Uttara.)
*Catatan: Pāyāsi, kepala suku di Setavya di kerajaan Kosala, terlahir kembali di Alam Catumahārājika sebagai hasil dari pemberian yang dilakukan sewaktu di alam manusia. Ia menceritakan kehidupan lampaunya kepada Mahāthera Gavaṃpati yang datang berkunjung. Ia mengatakan bahwa ia memberikan persembahan tanpa mempersiapkan dengan saksama, tidak dengan tangannya sendiri, tanpa pikiran baik, hanya sebagai sesuatu yang dibuang; karena itu ia terlahir kembali di alam terendah dari enam alam surga. Tetapi Uttara, anak muda yang mengawasi pemberian itu atas perintahnya, terlahir kembali di alam yang lebih tinggi, Tāvatiṁsa, karena ia memberikannya dengan tangannya sendiri, dengan pikiran baik, bukan sebagai sesuatu yang dibuang. Kisah ini mengajarkan cara yang benar dalam memberi.)
(4) Dāna yang diberikan seolah-olah membuang barang sisa; dan
(5) Dāna yang diberikan tanpa pengetahuan bahwa perbuatan baik yang dilakukan sekarang pasti menghasilkan akibat baik pada masa depan (Kammassakatā Ñāṇa).
Lima Jenis Sappurisa Dāna
Terdapat lima jenis pemberian yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kebajikan/berbudi:
(1) Dāna yang dilakukan setelah memerhatikan bahwa barang-barang yang akan dipersembahkan telah dipersiapkan dengan baik, segar, baik dan bersih;
(2) Dāna yang dilakukan dengan penuh penghormatan dengan pikiran terpusat pada benda yang dipersembahkan;
(3) Dāna yang dilakukan dengan memberikan langsung melalui tangan sendiri; (selama dalam lingkaran kelahiran yang tidak berawal, awal yang tidak kita ketahui, telah banyak sekali kelahiran di mana seseorang terlahir tanpa tangan dan kaki. Dalam kehidupan ini ketika seseorang memiliki kesempatan yang jarang dengan terlahir memiliki organ tubuh yang lengkap, maka seseorang harus memanfaatkan kesempatan yang jarang ini dengan memberikan persembahan dengan tangan sendiri dan merenungkan bahwa kita harus berusaha untuk mencapai kebebasan dengan menggunakan tangan yang beruntung sekali kita miliki sejak lahir);
(4) Dāna yang diberikan dengan hati-hati dan bukan seolah-olah membuang barang sisa; dan
(5) Dāna yang diberikan dengan pengetahuan bahwa perbuatan baik yang dilakukan sekarang pasti menghasilkan akibat baik pada masa depan.
Kedua kelompok lima jenis pemberian ini dijelaskan dalam Sutta ketujuh dari Tikanda Vagga, Pañcaka Nipāta, Aṅguttara Nikāya.
RAPB - Tipiṭakadhara Miṅgun Sayadaw
Omithofo...

Komentar
Posting Komentar