Latihan Pemikiran Meditasi oleh B.Utamo
Saggadhana, Jakarta
Namo Buddhaya
Saya sedang mempelajari meditasi dan saya beruntung karena pernah mempelajari
Vipassana dalam tradisi U Ba Khin dan Tradisi Mahasi Sayadaw dengan bimbingan
Bapak Hudoyo.
Banyak guru meditasi yang menganjurkan kita untuk melatih vipassana saja dengan
meninggalkan samatha, menurut guru tersebut pencapaian arya puggala tidak
memerlukan langkah samatha (pencapaian Jhana). Samatha hanya dibutuhkan untuk
mencapai tingkat upacara samadhi saja.
Sedangkan menurut Ajahn Brahmavamso dan dari posting Bhante sendiri bahwa
Jhana adalah suatu keharusan. Saya pernah mendengar bahwa Bhante melatih
samantha bhavana dengan sangat intensif.
Saya sendiri lebih cenderung untuk melatih porsi samatha lebih banyak daripada
vipassana karena saya mempercayai hal ini.
Saya mohon bantuan Bhante untuk menjelaskan :
1. Perlukah bagi saya untuk meninggalkan vipassana dan berlatih samatha saja
sampai saya bisa mencapai Jhana. Setelah saya mencapai hal ini maka saya hanya
berlatih vipassana setelah keluar dari jhana.
2. Saya melatih samatha dan vipassana bersama-sama dengan porsi samatha yang
lebih besar.
3. Ataukah ada saran lebih baik dari Bhante untuk mencapai kemajuan meditasi saya.
Saran dan pencerahan dari Bhante sangat saya harapkan.
Atas penjelasan bhante, saya ucapkan banyak terima kasih.
Jawaban:
Dalam Buddha Dhamma dikenal dua macam latihan pikiran. Latihan pertama adalah
dengan memusatkan perhatian pada satu obyek tertentu sehingga obyek pikiran
lainnya tidak memiliki kesempatan untuk muncul. Latihan konsentrasi pikiran ini
diperlukan karena sesungguhnya latihan ini menjadi dasar untuk pengembangan batin
ke tingkat yang lebih tinggi. Latihan batin yang lebih tinggi tersebut adalah
mempergunakan tingkat konsentrasi pikiran yang telah diperoleh pada latihan dasar
untuk mengamati segala gerak gerik pikiran. Pikiran yang selalu bergerak dengan
lincah akan lenyap apabila diamati dengan kesadaran tinggi. Lenyapnya berbagai
bentuk pikiran karena disadari ini akan membuat batin menjadi tenang. Ketenangan
batin ini hendaknya juga tetap diamati dan disadari terus menerus.
Kesadaran seperti ini hendaknya juga dipertahankan di kala orang melakukan
kegiatan sehari-hari yaitu bekerja, berbicara, duduk, berjalan dsb. Dengan memiliki
kesadaran total pada segala sesuatu yang dilakukan, diucapkan maupun dipikirkan,
maka orang tersebut akan dapat hidup berbahagia, terbebas dari stress dan
kegelisahan.
Oleh karena itu, untuk mencapai hidup bahagia seperti yang diceritakan tersebut,
orang hendaknya dapat mengembangkan konsentrasi pikiran sebagai dasar dan juga
mengembangkan kesadaran setiap saat pada segala sesuatu yang diperbuat badan dan
batin. Dalam istilah lain, orang hendaknya dapat mengembangkan samatha serta
vipassana secara bersamaan dan bergantian setiap saat.
Untuk meningkatkan kualitas konsentrasi pikiran, seseorang hendaknya secara rutin
melatih meditasi konsentrasi setiap pagi dan sore selama waktu tertentu, dan juga
sepanjang hari sering mengucapkan dalam hati: SAAT INI SAYA SEDANG APA?
Dengan sering bertanya pada diri sendiri seperti itu, maka orang tersebut akan mampu
meningkatkan kesadarannya pada segala sesuatu yang SEDANG dikerjakannnya.
Semoga keterangan ini dapat memberikan kemajuan dalam latihan meditasi rutin
maupun sepanjang hari Anda.
Semoga Anda berbahagia dalam Dhamma.
Salam metta,
B. Uttamo
Omithofo..
Namo Buddhaya
Saya sedang mempelajari meditasi dan saya beruntung karena pernah mempelajari
Vipassana dalam tradisi U Ba Khin dan Tradisi Mahasi Sayadaw dengan bimbingan
Bapak Hudoyo.
Banyak guru meditasi yang menganjurkan kita untuk melatih vipassana saja dengan
meninggalkan samatha, menurut guru tersebut pencapaian arya puggala tidak
memerlukan langkah samatha (pencapaian Jhana). Samatha hanya dibutuhkan untuk
mencapai tingkat upacara samadhi saja.
Sedangkan menurut Ajahn Brahmavamso dan dari posting Bhante sendiri bahwa
Jhana adalah suatu keharusan. Saya pernah mendengar bahwa Bhante melatih
samantha bhavana dengan sangat intensif.
Saya sendiri lebih cenderung untuk melatih porsi samatha lebih banyak daripada
vipassana karena saya mempercayai hal ini.
Saya mohon bantuan Bhante untuk menjelaskan :
1. Perlukah bagi saya untuk meninggalkan vipassana dan berlatih samatha saja
sampai saya bisa mencapai Jhana. Setelah saya mencapai hal ini maka saya hanya
berlatih vipassana setelah keluar dari jhana.
2. Saya melatih samatha dan vipassana bersama-sama dengan porsi samatha yang
lebih besar.
3. Ataukah ada saran lebih baik dari Bhante untuk mencapai kemajuan meditasi saya.
Saran dan pencerahan dari Bhante sangat saya harapkan.
Atas penjelasan bhante, saya ucapkan banyak terima kasih.
Jawaban:
Dalam Buddha Dhamma dikenal dua macam latihan pikiran. Latihan pertama adalah
dengan memusatkan perhatian pada satu obyek tertentu sehingga obyek pikiran
lainnya tidak memiliki kesempatan untuk muncul. Latihan konsentrasi pikiran ini
diperlukan karena sesungguhnya latihan ini menjadi dasar untuk pengembangan batin
ke tingkat yang lebih tinggi. Latihan batin yang lebih tinggi tersebut adalah
mempergunakan tingkat konsentrasi pikiran yang telah diperoleh pada latihan dasar
untuk mengamati segala gerak gerik pikiran. Pikiran yang selalu bergerak dengan
lincah akan lenyap apabila diamati dengan kesadaran tinggi. Lenyapnya berbagai
bentuk pikiran karena disadari ini akan membuat batin menjadi tenang. Ketenangan
batin ini hendaknya juga tetap diamati dan disadari terus menerus.
Kesadaran seperti ini hendaknya juga dipertahankan di kala orang melakukan
kegiatan sehari-hari yaitu bekerja, berbicara, duduk, berjalan dsb. Dengan memiliki
kesadaran total pada segala sesuatu yang dilakukan, diucapkan maupun dipikirkan,
maka orang tersebut akan dapat hidup berbahagia, terbebas dari stress dan
kegelisahan.
Oleh karena itu, untuk mencapai hidup bahagia seperti yang diceritakan tersebut,
orang hendaknya dapat mengembangkan konsentrasi pikiran sebagai dasar dan juga
mengembangkan kesadaran setiap saat pada segala sesuatu yang diperbuat badan dan
batin. Dalam istilah lain, orang hendaknya dapat mengembangkan samatha serta
vipassana secara bersamaan dan bergantian setiap saat.
Untuk meningkatkan kualitas konsentrasi pikiran, seseorang hendaknya secara rutin
melatih meditasi konsentrasi setiap pagi dan sore selama waktu tertentu, dan juga
sepanjang hari sering mengucapkan dalam hati: SAAT INI SAYA SEDANG APA?
Dengan sering bertanya pada diri sendiri seperti itu, maka orang tersebut akan mampu
meningkatkan kesadarannya pada segala sesuatu yang SEDANG dikerjakannnya.
Semoga keterangan ini dapat memberikan kemajuan dalam latihan meditasi rutin
maupun sepanjang hari Anda.
Semoga Anda berbahagia dalam Dhamma.
Salam metta,
B. Uttamo
Omithofo..

Komentar
Posting Komentar