Dewa Guan Ping
☯️DEWA GUAN PING《关平太子》🙏🙏🙏
(Anak Angkat Dewa Guan Yu / Kwan Kong)
Guan Ping adalah seorang jenderal dibawah negara Shu, pada saat jaman Kisah Tiga Kerajaan (Sam Kok). Ayah asli Guan Ping adalah Guan Ding, dia adalah anak kedua dari Guan Ding. Pertama kali bertemu dengan Guan Yu, ketika pasukan Liu Bei yang dipimping oleh Jenderal Guan Yu melewati 5 Pintu (Gerbang) dari kejaran tentara Cao Cao dalam rangka mencari kakak angkatnya Liu Bei.
Guan Ping diangkat angkat anak oleh Jenderal Guan Yu, karena terkesan saat pertemuan pertama mereka, dan berada dibawah pimpinan Liu Bei, jaman Dinasti Han Timur. Karir militernya mulai terlihat ketika mengawal Liu Bei dalam pertempuran di Chibi. Dan juga bersama dengan ayahnya dalam menggempur pasukan Cao Cao. Ahli strategi Zhugeliang selalu menempatkan Guan Ping mengawal Liu Bei, dan akhirnya membantu ayah angkatnya menjaga kota Shui.
Dia terakhir ikut terbunuh, ketika menjaga kota Maicheng (麦城), sebelah tenggara kota Dangyang Hubei) by atas serangan Sun Quan tahun 220. Mereka dipenggal kepalanya dikota Linju (臨沮; sekarang di distrik Nanzhang County, Xiangyang, Hubei) Tiongkok.
Kisah kepahlawanan Guan Ping yang membela ayah angkatnya sampai saat dikepung musuh, membuat Jenderal Guan Ping dijadikan Dewa Peperangan yang setia membela ayahnya hingga saat mangkat di dalam peperangan. Konon versi lain, Jenderal Guan Ping bunuh diri ketika melihat ayahnya dipenggal oleh Jenderal Sun Quan pada saat pertempuran di Maicheng.
Dalam Taoisme
Jenderal Guan Ping selalu disemayamkan bersama Jenderal Guan Yu disebelah kanan membawa cap kerajaan. Karena Guan Yu diberi gelar Paduka Raja Muda Shanxi (Putra Shanxi), dan disebelah diapit oleh Jenderal Zhou Cang (Liao Hua), yang kedua nya jenderal / panglima yang setia membantu Jenderal Guan Yu didalam peperangan Dinasti Han Timur.
Rupang Guan Ping digambarkan sebagai Jenderal muda dengan wajah putih rupawan, lalu Jenderal Zhou Cang berperawakan gelap dan garang, sedangkan Dewa Guan Yu berwajah merah. Dan sering terlihat yang memuja Dewa Guan Yu.
Omithofo....
(Anak Angkat Dewa Guan Yu / Kwan Kong)
Guan Ping adalah seorang jenderal dibawah negara Shu, pada saat jaman Kisah Tiga Kerajaan (Sam Kok). Ayah asli Guan Ping adalah Guan Ding, dia adalah anak kedua dari Guan Ding. Pertama kali bertemu dengan Guan Yu, ketika pasukan Liu Bei yang dipimping oleh Jenderal Guan Yu melewati 5 Pintu (Gerbang) dari kejaran tentara Cao Cao dalam rangka mencari kakak angkatnya Liu Bei.
Guan Ping diangkat angkat anak oleh Jenderal Guan Yu, karena terkesan saat pertemuan pertama mereka, dan berada dibawah pimpinan Liu Bei, jaman Dinasti Han Timur. Karir militernya mulai terlihat ketika mengawal Liu Bei dalam pertempuran di Chibi. Dan juga bersama dengan ayahnya dalam menggempur pasukan Cao Cao. Ahli strategi Zhugeliang selalu menempatkan Guan Ping mengawal Liu Bei, dan akhirnya membantu ayah angkatnya menjaga kota Shui.
Dia terakhir ikut terbunuh, ketika menjaga kota Maicheng (麦城), sebelah tenggara kota Dangyang Hubei) by atas serangan Sun Quan tahun 220. Mereka dipenggal kepalanya dikota Linju (臨沮; sekarang di distrik Nanzhang County, Xiangyang, Hubei) Tiongkok.
Kisah kepahlawanan Guan Ping yang membela ayah angkatnya sampai saat dikepung musuh, membuat Jenderal Guan Ping dijadikan Dewa Peperangan yang setia membela ayahnya hingga saat mangkat di dalam peperangan. Konon versi lain, Jenderal Guan Ping bunuh diri ketika melihat ayahnya dipenggal oleh Jenderal Sun Quan pada saat pertempuran di Maicheng.
Dalam Taoisme
Jenderal Guan Ping selalu disemayamkan bersama Jenderal Guan Yu disebelah kanan membawa cap kerajaan. Karena Guan Yu diberi gelar Paduka Raja Muda Shanxi (Putra Shanxi), dan disebelah diapit oleh Jenderal Zhou Cang (Liao Hua), yang kedua nya jenderal / panglima yang setia membantu Jenderal Guan Yu didalam peperangan Dinasti Han Timur.
Rupang Guan Ping digambarkan sebagai Jenderal muda dengan wajah putih rupawan, lalu Jenderal Zhou Cang berperawakan gelap dan garang, sedangkan Dewa Guan Yu berwajah merah. Dan sering terlihat yang memuja Dewa Guan Yu.
Omithofo....



Komentar
Posting Komentar